Follow us:

Anak Lahir Caesar Berisiko Lebih Tinggi Derita Alergi

Alergi pada anak bisa menjadi tantangan berat bagi buah hati maupun orangtua. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko anak terkena alergi adalah karena genetik atau keturunan.

Selain itu, faktor lingkungan juga bisa meningkatkan risiko anak terkena alergi. Menurut ahli alergi dan imunologi anak Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), untuk menentukan apakah seorang anak memiliki faktor genetik alergi dalam tubuhnya harus melalui pemeriksaan.

 

BACA JUGA:
5 Kebiasaan Ibu Hamil agar Bayi Terlahir Pintar
Cara Mengembangkan Sikap Positif pada Anak
Strategi Mengatasi Kebiasaan Buruk Balita

Alergi pada anak bisa menjadi tantangan berat bagi buah hati maupun orangtua. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko anak terkena alergi adalah karena genetik atau keturunan.

Selain itu, faktor lingkungan juga bisa meningkatkan risiko anak terkena alergi. Menurut ahli alergi dan imunologi anak Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), untuk menentukan apakah seorang anak memiliki faktor genetik alergi dalam tubuhnya harus melalui pemeriksaan.

Kendati demikian, hanya dengan melihat riwayat keluarga biasanya sudah bisa diketahui anak berbakat alergi atau tidak. Di antaranya bisa dilihat dari riwayat alergi pada ayah, ibu atau saudara kandungnya.

"Seorang anak jika ada salah satu orangtuanya alergi, anak punya risiko 20-30 persen kemungkinan alergi. Kalau keduanya, penyakit alergi meningkat 60 persen. Kalau kedua orangtua punya alergi yang sama, misalnya asma, anak berisiko asma lebih meningkat menjadi 80 persen," ujar Budi kepada VIVA.co.id.

Apabila anak memiliki saudara kandung yang alergi maka dia 30 persen berisiko alergi. Tapi, meski anak tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga, mereka tetap memiliki risiko 5 persen terkena alergi.

Selain genetik, faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan anak terkena alergi adalah kelahiran caesar. "Meskipun belum ada bukti, tapi ada dugaan kuat anak yang lahir caesar berisiko lebih tinggi alergi dibandingkan anak yang lahir normal," kata Budi.

Budi menjelaskan, anak yang lahir normal akan melewati jalur lahir, di mana banyak floral yang akan dilewati sehingga akan membantu perkembangan sistem kekebalan tubuhnya. [vivanews]

____
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Proo: 089624350851




Kendati demikian, hanya dengan melihat riwayat keluarga biasanya sudah bisa diketahui anak berbakat alergi atau tidak. Di antaranya bisa dilihat dari riwayat alergi pada ayah, ibu atau saudara kandungnya.

"Seorang anak jika ada salah satu orangtuanya alergi, anak punya risiko 20-30 persen kemungkinan alergi. Kalau keduanya, penyakit alergi meningkat 60 persen. Kalau kedua orangtua punya alergi yang sama, misalnya asma, anak berisiko asma lebih meningkat menjadi 80 persen," ujar Budi kepada VIVA.co.id.

Apabila anak memiliki saudara kandung yang alergi maka dia 30 persen berisiko alergi. Tapi, meski anak tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga, mereka tetap memiliki risiko 5 persen terkena alergi.

Selain genetik, faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan anak terkena alergi adalah kelahiran caesar. "Meskipun belum ada bukti, tapi ada dugaan kuat anak yang lahir caesar berisiko lebih tinggi alergi dibandingkan anak yang lahir normal," kata Budi.

Budi menjelaskan, anak yang lahir normal akan melewati jalur lahir, di mana banyak floral yang akan dilewati sehingga akan membantu perkembangan sistem kekebalan tubuhnya.
[vivanews]

____
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Proo: 089624350851



Twitter Update

Blak-blakan Koordinator Camat di Subang soal Mobil Dinas Baru https://t.co/aSA3gqRY3z
Seorang Nelayan Tewas di Perairan Blanakan, Subang https://t.co/aIIx91PQ4A
Hantam Truk di Tol Cipali Subang, BMW Hancur dan Seluruh Penumpang Tewas https://t.co/14wemXQiQt
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter
Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Facebook Page