"Aku akan pergi Mey, demi masa depan kita. Demi sebuah rumah yang akan kita bangun, lalu akan kita bersihkan berdua di setiap sudutnya. Rumah dari bangunan dua buah hati dan bangunan yang sesungguhnya. Karena Meyra, cinta saja tak cukup. Aku ingin membahagiakanmu!” Pamit Awan, saat bertemu terakhir kali di suatu

Kedatangan laki-laki itu di kampung  Dukuh Sunyi, di rumah Mariyem, di awali dari mimpi-mimpi. Pak RT begitu mempercayainya. Ditularkan sama Bapaknya Mariyem, orangtua lugu yang mata pencaharian sehari-harinya bertani itupun percaya juga.

"Ada sesuatu di diri laki-laki itu. Meski kedatangannya seperti juga dirinya yang misteri, tapi kita percaya Pudin bukan orang

Perkenalan Tyas dengan mbak Sati berawal dari suatu insiden. Malam itu di perjalanan sepulang membeli obat batuk  untuk Andi, anaknya. Di pertengahan jalan yang agak sepi Tyas berpapasan atau lebih tepatnya bertabrakan dengan mbak Sati. Tak tahu siapa yang meleng, tapi dengan lembut Tyas memohon maaf. Mbak sati malah balas

Banner Kanan 1

Facebook Page