Follow us:

Nilai Plus Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno

Koalisi oposisi akhirnya menetapkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menjadi calon wakil presiden dan wakil presiden 2019-2024.

Yang cukup mengejutkan, tak ada nama partai Demokrat dalam proses deklarasi pasangan tersebut. Selentingan kabar belakang layar, ada permintaan koalisi oposisi yang tidak bisa dipenuhi partai Demokrat.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya sangat menguat, tiba-tiba hilang bak ditelan bumi. Cuitan di media sosial penggawa partai Demokrat, sedikit menyingkap bagaimanan alotnya negoisasi yang terjadi dalam proses koalisi.

Munculnya nama Sandiaga memang terjadi dalam proses yang terbilang begitu cepat. Selang waktu tiga hari, nama Sandiaga tiba-tiba menyodok dan menempati urutan teratas.

Namun, pemilihan nama Sandiaga Uno bukanlah sebuah kebetulan. Itu sudah melewati pertimbangan dan diskusi panjang dari para tokoh koalisi oposisi. Pemegang predikat summa cum laude Universitas Negeri Wichita Amerika Serikat ini, dianggap menjadi solusi deadlock yang terjadi di kubu koalisi.

Dia dianggap figur yang paling bisa mendukung dan menutupi kelemahan Prabowo Subianto. Faktor Usia dan Uang menjadi pertimbangan logis dari Prabowo Subianto dan koalisinya.

Pertama mereka ingin menyasar kelompok milenial, pemilih muda yang cukup signifikan jumlahnya. Sandiaga ingin dikesankan sebagai perwakilan kaum muda. Dari empat orang yang berlaga dalam Pilpres 2019, Sandiaga merupakan figur termuda dengan usia 49 tahun.

Kedua, bukan rahasia lagi, Sandiaga merupakan tokoh berkantong tebal. Sejak tahun 2009, Sandiaga Uno sudah tercatat dalam 30 besar orang terkaya di Indonesia.

Kemampuan finansial inilah yang diharapkan menjadi modal untuk biaya politik, melewati panjangnya masa kampanye hingga hari pencoblosan. Kebetulan, hal ini selalu dikeluhkan Prabowo Subianto sampai membuka rekening sumbangan dari para simpatisan.

Selain itu, Sandiaga juga akan menjadi wakil pulau Sumatera, yang menjadi perpaduan ideal Jawa-non Jawa. Sandi juga perwakilan sipil melengkapi latar belakang milter Prabowo Subianto.

Keputusan mengundurkan diri dari posisi Wakil Dewan Ketua Pembina Partai Gerindra, juga menjadikan Sandi kini diklasifikasikan sebagai profesional independen non partai. Melihat strateginya, sepertinya Prabowo Subianto akan menguatkan isu ekonomi untuk menjadi konten utama dalam menyerang sang petahana..

Beberapa faktor itu diharapkan bisa menjadi keunggulan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibandingkan pasangan yang diajukan koalisi petahana, Jokowi-Ma’ruf Amin.
Hal positif yang tersaji setelah pengumuman dua pasangan, kemungkinan isu agama tak bisa lagi menjadi komoditas utama untuk dihembuskan.

Sudah saatnya, calon pemimpin berdebat dengan program yang mendidik masyarakat. Mengkritisi kebijakan gagal atau janji belum terpenuhi dengan data dan solusi pengganti. Jangan lagi ada politik identitas yang mengundang soliditas dan solidaritas dengan memainkan isu agama yang memalukan.

Penulis: Efge Tangkudung dikutip dari manadopedia.com

 



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Seniman Asal Belanda dan Korea ikut Galang Dana Lombok https://t.co/lMSKD9RBui
Masyarakat Majalengka menggelar Pawai Obor di Jalan KH Abdul Halim, Majalengka guna menyambut Hari Raya Idul Adha 1… https://t.co/QSK0RmDbD7
Kini, Subang Punya Pabrik Batik Sendiri aja https://t.co/7PVEVVG5Zw
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page