[Opini] Kunci Kemenangan Jimat-Akur di Pilkada Subang

Pasangan calon Ruhimat - Agus Masykur ( Jimat - Akur ) pada pilkada Subang 2018 telah membuktikan pendekatan ilmiah menjadi kunci kemenangan. Diera politik modern, kemenangan adalah by design, melalui strategi kampanye dan strategi pemenangan yang berbasis pada pendekatan ilmiah.

Jimat tidak pernah memegang jabatan publik dan tak punya pengalaman sebagai politikus. Bagaimana pengusaha Rongsokan ini bisa menang? Berikut lima hal yang mengantarkannya ke kursi Bupati Subang 2018 - 2023.

1. ANTI PECAH
Jimat bukan tidak dilanda isu negatif, beberapa isu terus bergulir menghiasi media sosial lalu berakhir di meja - meja kopi. Beruntung, isu tersebut muncul bertubi - tubi. Mulai dari opini negatif soal perkebunan sawit yang dimilikinya yang konon merusak kemampuan tanah dalam menyimpan air, diikuti isu poligami, isu jimat sebagai calon wayang Eep Hidayat (mantan Bupati yang pernah "mondok masantren"), terakhir soal kontrak politiknya dengan buruh ketua serikat buruh yang menuai pelaporan pelanggaran pilkada. Bagaimanakah hal ini dikatakan keberuntungan bagi jimat? Sementara Imas Aryumningsih hanya di dera satu opini negatif bahkan  Dedi Junaedi terhitung aman dari soal ini. Itulah sesungguhnya makna dari kalimat universal POLITIK BUKAN MATEMATIKA. Jimat dalam banyak perangkap justru lolos jebakan karena pemilih dengan kapasitas memori yang dimilikinya kesulitan mencerna sehingga semua itu dengan cepat termuntahkan kembali. Sedikit menengok ke belakang, Jokowi ada kesamaan dalam hal ini. Kita maklum, saat masa pilpres 2012 jokowi begitu banyak didera hal serupa namun justru melejitkan popularitas serta memuarakannya pada lefel keterpilihan.

2. Soliditas PKS
Diakui banyak kalangan, bahwa ketika ditanya jumlah suara maka PKS akan membuktikan pada akhir kontes. Kaderisasi yang mapan membuat suara PKS sulit tergerus, bertambah mungkin iya. Insting Jimat sangat tajam dalam menentukan wakilnya (saya katakan demikian karena Jimat tidak ada yang mengintervensi untuk memilih wakil). Tampaknya bandar rongsokan yang hobi main lumpur sawah ini paham betul, ketika kader PKS ikut kontes maka segenap kader PKS akan berjuang habis-habisan. Diakui para cendikia dan pemerhati politik, kaderisasi PKS Subang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan.

3. Koalisi gemuk
Jimat tidak mau mengambil resiko. Saya katakan Jimat karena saya yakini proses pembentukan koalisi ini bukanlah kehendak Eep Hidayat. Saya juga yakin, Eep tidak turut campur mengatur Jimat dalam meminang partai-partai pendukung. Logis bila kita memahami karakter seorang politikus berpengalaman seperti Eep, yang pastinya akan lebih percaya diri dan memainkan sumberdaya seadanya. Bagi Jimat, perang harus banyak prajurit terlatih. Modal awal mampu ia raih dengan mendapatkan dukungan dari banyak partai politik setelah jauh sebelumnya Nasdem mendeklarasikan dukungan kepadanya. Benar bahwa koalisi gemuk hanya akan membuat calon terperdaya. Namun tentu saja itu hanya sebuah pengalaman pada event-event yang pernah terjadi. Pilpres 2012 rupanya cukup menjadi tontonan yang sangat bermanfaat bagi Asep Rochman Dimyati (ARD). Sebagai ketua tim pemenangan, ARD tidak mau dirinya dipojokan pada akhir pertandingan. Dengan kapasitasnya sebagai politikus, ARD paham karakteristik politisi sehingga management koalisi berhasil dimotorinya dengan baik. Suntikan rangsangan terhadap para anggota DPRD dan kader partai koalisi,  sangat mempengaruhi daya jual Jimat dimata publik.

4. Pohon emas
Keberadaan para artis politik Subang di kubu Jimat - Akur sangat menyuburkan pertumbuhan suara. Eep Hidayat dikenal memiliki basis masa di Subang Selatan, Bambang Herdadi diketahui memiliki banyak loyalis di Subang utara, dan Atin Supriatin diketahui adalah salah satu tokoh populer dengan masa pendukung yang merata.
Secara kebetulan ataupun tidak, Jimat yang bergandengan dengan Akur memiliki banyak pohon emas lainnya.

5. Ketepatan dan kecepatan
Jimat meski datang ke arena politik secara tiba- tiba namun mampu memahami peta politik secara tepat.  Akselerasi Jimat mengikat element-element pemilih melebihi kecepatan para bakal calon lainnya yang notabene berkecimpung dalam dunia politik. Saya tidak tahu, siapa orang dibalik semua itu. Saya juga tidak tahu, siapa sebenarnya yang menjadi eksekutor Jimat dimasa pengenalan tersebut. Produktifitas Jimat dalam penguasaan peta diatas rata-rata pendatang baru ataupun bakal calon incumbent.

6. Kejatuhan gula
Bak gula, maka keberadaan politikus akan banyak mengundang semut. Kehadiran politikus kawakan dari Golkar, Hendra Purnama (Bo'eng), di kubu Jimat - Akur menambah nutrisi bagi paslon bernomor 1 ini. Rakyat kembali dikejutkan disaat menjelang akhir masa kampanye. Politikus senior Subang asal PDIP, Ahmad Yunus Arianto, menyatakan dukungannya kepada Jimat-Akur.

7. Varian Menu
Jimat cakap dalam menerjemahkan mimpi-mimpi pemilih disetiap komunitas. Jimat mampu mengesankan dirinya sebagai calon yang peduli pada tuntutan. Hampir setiap komunitas yang dijajakinya mendapatkan sentuhan program kebijakan.

Paslon Jimat - Akur beserta team berhasil menjalani proses kompetisi yang berat, baik dari aspek pertarungan wacana, ideologi, strategi pemetaan pemilih, strategi media, strategi kampanye, serta berhasil mendominasi opini publik tentang citra diri.

Jimat - Akur menang dengan membawa banyak PR, khususnya janji - janji kepada pemilih. Mampukah Jimat-Akur menyenangkan hati rakyatnya? Semoga !

Taswa Witular, S.IP, Penulis adalah pemerhati sosial politik, dikenal sebagai konsultan politik Nasional


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Untuk Indonesia Berdaulat, Linda Megawati Ajak Bertani dan Berternak https://t.co/4scbs0CU2H
6 Kepala Daerah di Jabar Besok Dilantik https://t.co/nmGVPwNzwl
Formasi CPNS 2018 Pemkab Majalengka Sebanyak 388 https://t.co/okFG8CjL9S
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page