Follow us:

[Opini] Tontonan Seharusnya Menjadi Tuntunan

Kekerasan terhadap anak masih marak. Itulah judul berita di harian umum Republika Edisi 23 Mei 2013. Adapun banyaknya tayangan media yang kurang mendidik disinyalir sebagai salah satu penyebab masih maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Hal ini disebabkan fungsi edukasi yang merupakan salah satu tugas yang seharusnya diemban oleh media seakan tenggelam oleh kuatnya arus kepentingan untuk mempertahankan eksistensi media itu sendiri.

Akibatnya tak jarang media harus “mengalah” pada keinginan sponsor untuk tetap menyuguhkan acara-acara yang memiliki rating tinggi sekalipun tayangan tersebut tidak bersifat mendidik, bahkan cenderung menjerumuskan. Lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia dan juga oleh masyarakat itu sendiri diduga menjadi penyebab utama beredarnya tayangan-tayangan yang tidak berkualitas.

Banyaknya tanyangan – tayangan yang tidak bermanfaat semacam ini tentu saja dikhawatirkan dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat kearah hal-hal yang bersifat negatif. Nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan oleh guru disekolah seakan hanyut oleh derasnya arus budaya barat yang hedonis yang ditampilkan melalui acara-acara hiburan yang tidak mendidik. 

Menjamurnya acara-acara audisi untuk pencarian bakat seperti Indonesian Idol maupun Indonesia Mencari Bakat tentu saja hanya akan menjadikan kaum pelajar kita sebagai generasi pemimpi. Acara-acara semacam ini hanya memberikan pelajaran pada generasi muda kita bahwa kesuksesan itu dapat diperoleh secara instant, tanpa harus kerja keras. Selain itu, banyaknya kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dekat tentu saja tidak terlepas dari peran stasiun televisi yang sering menyuguhkan tayangan – tayangan kekerasan maupun sinetron yang seharusnya hanya boleh ditonton oleh orang dewasa.

Menyuguhkan tayangan-tayangan yang dibutuhkan oleh masyarakat tentunya akan jauh lebih bermanfaat daripada sekedar memanjakan mereka dengan  tayangan-tayangan yang mereka inginkan. Hal ini didasarkan pada fakta banyaknya acara-acara yang bagus dan mendidik masyarakat harus bersaing ketat dengan acara-acara yang menarik namun tidak mendidik. Oleh karena itu, sudah saatnya stasiun  televisi lebih banyak menampilkan tayangan-tayangan yang mengandung nilai-nilai edukasi daripada acara-acara hiburan.

Adapun tayangan – tayangan edukatif tersebut bisa berbentuk tayangan khusus yang bertajuk edukasi, siaran berita maupun siraman rohani. Selain itu, nilai-nilai edukatif semacam ini juga dapat dikemas melalui tayangan-tayangan yang bersifat hiburan seperti sinetron, komedi dan acara- acara lainnya yang memang digemari oleh masyarakat. Dengan begitu diharapkan konten dari tayangan-tayangan televisi dapat dijadikan teladan dan tuntunan bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selama tayangan-tayangan tersebut belum dapat dijadikan tuntunan, mematikan televisi anda atau menjualnya merupakan pilihan yang tepat.


Ramdan Hamdani, S.Pd, Penulis adalah Praktisi Pendidikan


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Gebyar Senam Sehat & Hoki 2018, HUT Ke-52 RADIO BENPAS SUBANG , Kamis (26 Juli 2018) https://t.co/wyCUhEacnM
Satu dari banyak destinasi wisata alam di Majalengka, adalah Buper Cidewata di Sadarehe Desa Payung Kecamatan Rajag… https://t.co/BLArhFDK9y
[Opini] Kepala Daerah Baru Jangan Korup https://t.co/c4WdRbLktE
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page