BIJB Dukung Untuk Jadi Simpul Logistik Jabar

Gedung Pakuan yang terletak di Jalan Oto Iskandardinata No 1 Bandung, adalah saksi bisu peristiwa penting yang ditorehkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena pada tanggal 22 Januari 2018 telah dilakukan nota kesepahaman antara PT. Angkasa Pura II  dengan PT. Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), sebuah pionir kerjasama antara BUMN dengan BUMD yang belum pernah terjadi selama ini.

Melalui kerjasama ini akan terjadi kolaborasi masif , sehingga PT. BIJB percaya diri untuk menjadi sebuah perusahaan Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) untuk tujuh belas tahun mendatang, inti nota kesepahaman tersebut adalah adanya jaminan bahwa pengoperasian, pemeliharaan dan masalah teknis kebandarudaraan ditangani PT. Angkasa Pura II, sedangkan segi bisnis dan pengusahaan ditangani PT. BIJB.  Masyarakat Jawa Barat patut berbangga karena dengan kepiawaian diplomasi,  dua perusahaan yang sedianya “bersaing”, kali ini mampu dikondisikan menjadi  menjadi “bersanding”. Karena secara realitas bahwa Cengkareng sudah tak mampu lagi melayani kebutuhan yang selalu meningkat, dan Kertajati bertindak sebagai pemberi solusi untuk melayani kebutuhan yang tinggi tersebut. Oleh sebab itulah Kertajati bukan bertindak sebagai pesaing, melainkan bertindak sebagai mitra dalam melayani kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara.

Sehingga obsesi pemerintah dan masyarakat Jawa Barat untuk memiliki bandara internasional pasti menjadi kenyataan, karena bulan juni 2018 sejarah akan mencatat bandara yang terletak di Kertajati Majalengka akan beroperasi dan secara internasional sudah diakui dengan akronim KJT.

Derap pembangunan dan pertumbuhan industri, jasa dan perdagangan yang menopang pertumbuhan ekonomi secara konsisten telah bergerak dari Jakarta ke Bodebekkarpur, pertumbuhan itu tak dapat terbendung hanya sampai wilayah tersebut, karena akselerasi pertumbuhan tersebut memerlukan ketersediaan ruang spasial yang cukup, dan Bodebekkarpur tak akan mampu menampung pertumbuhan tersebut. Maka wilayah Timur Jawa Barat harus siap menyambut penetrasi pertumbuhan dimaksud.    Pertumbuhan ekonomi biasa diindikasikan dengan tumbuhnya industri, jasa dan perdagangan yang pasti memerlukan kegiatan logistik, karena tak terlepas dari kegiatan utama transportasi, persediaan, dan pergudangan, yang dipastikan akan terjadi pergerakan dan penyimpanan barang-barang baik untuk pergerakan domestik maupun internasional, yang memerlukan dukungan infrastruktur jalan, pelabuhan, jembatan dan bandara.

Ketersediaan jalan raya tol yang melintas dari Jakarta ke wilayah Metropolitan Cirebon Raya dihubungkan oleh Cipali, sedangkan pergerakan dari wilayah Metropolitan Bandung Raya akan diakses oleh Cisumdawu, dimana kedua infrastruktur ini akan mengakselerasi pergerakan barang, dan pergerakan tersebut lebih tinggi dengan tersedianya Bandar Udara Internasional Jawa Barat di Kertajati, sehingga keluar dan masuknya barang dari dan ke Bandara ini tak dapat dihindarkan.

Simpul logistik

Kegiatan ekspor hasil industri dari tiga wilayah pembangunan di Jawa Barat yaitu Bodebekkarpur, Bandung Raya dan Cirebon Raya serta masuknya barang impor untuk mendukung bahan baku dan lainnya untuk kebutuhan industri tak perlu via Cengkareng tapi sebagian teralihkan melalui Kertajati, sehingga kegiatan logistik di sekitar bandara Kertajati semakin besar. Kegiatan bisnis tersebut berada pada area terminal yang meliputi bisnis jasa perbankan, retail, restoran, hotel, travel, sedangkan di luar areal terminal (aerocity) bisa berbentu manufaktur, pergudangan, transporatsi kargo, perdagagangan dan lain-lain.


Khusus untuk kegiatan industri manufaktur dan pergudangan, dan transportasi kargo harus diantisipasi dengan serius karena bisnis ini akan membangkitkan terhadap bisnis turunannya, dan bukan tak mungkin Kertajati akan menjadi logistics hub mengingat Cengkareng sudah kesulitan untuk melakukan pengembangan. Apabila Kertajati mampu menjadi logistics hub, maka Kertajati bukan hanya sekedar infrastuktur perhubungan yang berperan menghubungkan lalu lintas udara antar titik domestik maupun internasional, melainkan menjelma menjadi pusat bisnis  yang akan mampu menjadi lokomotif perekonomian Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian Barat. Dengan demikian Majalengka harus mampu menerima penetrasi pertumbuhan ekonomi yang bergerak dari Jakarta ke arah Timur Jawa Barat, dan menjadi pusat pertumbuhan baru.

Siapkah Majalengka?
Bandar udara pada awalnya hanya bagian dari sistem transportasi yang berfungsi utama sebagai prasarana untuk menghubungkan titik asal ke titik tujuan untuk perjananan penumpang, hal tersebut hanya diperankan oleh bandara kecil yang dikelola secara langsung oleh Kementerian Perhubungan yang berbentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT). Lain halnya dengan bandara internasional dapat dipastikan dikelola oleh badan usaha professional, karena bandara tersebut bukan hanya berperan sebagai bagian dari sistem transportasi semata, melainkan juga sebagai pusat kegiatan bisnis yang mampu membangkitkan berbagai kegiatan masyarakat dalam segala bidang kehidupan. Semua itu otomatis perlu sarana dan prasarana yang memadai agar mampu mengakomodasi perkembangan tersebut.


Jika infrastruktur jalan raya provinsi dan kabupaten yang ada saat ini tidak bisa ditingkatkan kapasitasnya, maka dalam horizon waktu 5 tahun yang akan datang dapat dipastikan tak mampu menampung hiruk-pikuknya lalu-lintas bisnis di daerah ini. Selain infrastruktur yang tersedia sarana perhotelan yang ada di Majalengka pun tidak akan mampu menampung para pebisnis, kuantitas dan kualitas pelayanan publik yang ada di Majalengka pun perlu adanya peningkatan yang signifikan. Jika keadaan ini tak mendapat perhatian serius, dapat dipastikan yang akan meraup keuntungan akan dinikmati oleh Cirebon, dan Kuningan, sedangkan masyarakat Majalengka hanya akan kebagian bising, pencemaran udara, kemacetan  dan dampak sosial. Semoga BIJB memberi kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan Majalengka dan tidak hanya sebuah hayalan.


H. Sutarman, Rektor Universitas Majalengka Jawa Barat dan Anggota Wantim Forum Rektor Indonesia




Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 6
Banner Kanan 7
Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5

Twitter Update

27 Juni 2018, Kabupaten Subang menggelar Pilkada. Catat! Inilah Visi Misi Tiga Pasangan Calon Bupati Subang https://t.co/yZ8mokqvaL
H+1 volume kendaraan di jalur wisata, Subang-Ciater alami peningkatan. Arus lalin di jalur tersebut padat merayap.… https://t.co/yL22Sz8D94
Kecelakaan lalu lintas di Jl Cibarengkok, Binong, Subang. Seorang pengendara motor tanpa identitas dinyatakan menin… https://t.co/QGDIcOhHZB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page