Melihat Peta Pendukung Asyik dan Hasanah

Dari empat paslon dalam Pilgub Jabar 2018, ada dua pasangan yang nampaknya berposisi dalam dua kutub yang sama-sama ekstrem. Karena ekstrem, maka antara pendukung keduanya takkan mungkin saling melintasi pasangan lainnya.

Pasangan tersebut adalah pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang mengasosiasikan dirinya dengan sebutan Asyik, dan pasangan TB Hasanudin-Anton yang mengasosiasikan dirinya dengan sebutan Hasanah.

Dari segi pendukung, pasangan Asyik dan Hasanah adalah dua kubu yang berdiri secara berjauhan dan diametral, dan masing-masing pendukung “mustahil” untuk beralih mendukung kepada pasangan di seberang sana. Berbeda dengan dua paslon lainnya, yakni pasangan 2DM (Deddy-Dedi) dan Rindu (Ridwan-UU), di mana keduanya bisa mendapatkan pendukung baik dari kalangan Asyik maupun Hasanah.

Sebagai paslon yang didukung oleh PDIP, maka pasangan Hasanah “hanya” akan didukung oleh para pemilih PDIP, atau lebih luas lagi, para pendukung Jokowi. Mereka yang berafilisasi pada PDIP dan Jokowi takkan mungkin mendukung pasangan Asyik. Namun mereka bisa mendukung Dua DM dan Rindu.

Sebaliknya, karena didukung oleh PKS-Gerindra-PAN, maka basis pendukung Asyik hanya dari para simpatisan ketiga partai ini, dengan modal terbesar dari PKS dan Gerindra. Pasangan Asyik hanya didukung oleh mereka yang masih mendukung Prabowo. Kalangan pendukung kategori ini tidak mungkin mendukung pasangan Hasanah. Akan tetapi, basis pendukung Prabowo tidak semuanya mendukung pasangan Asyik, karena sebagiannya akan memilih pasangan Dua DM dan Rindu.

Jadi, jika pasangan Hasanah hanya didukung oleh sebagian simpatisan Jokowi, maka pasangan Asyik hanya didukung oleh sebagian simpatisan Prabowo. Akan tetapi, para simpatisan Jokowi dan Prabowo menyebar juga kepada dua pasangan lainnya, yakni Deddy-Dedi dan Ridwan-Uu.

Seberapa banyak pendukung Asyik dan Hasanah? Tentu saja jumlah suara yang dimiliki oleh para partai pengusung mereka bisa menjadi acuan. Dan itu adalah jumlah paling banyak. Sebab mereka akan tersedot oleh pasangan 2DM dan Rindu.

Karenanya, sebanyak-banyaknya pendukung Asyik adalah 27 persen (sesuai komposisi prosentase tiga partai pendukung). Dan sebanyak-banyaknya pendukung Hasanah adalah 20 persen, sesuai raihan suara PDIP. Dan jumlah mereka bisa berkurang cukup signifikan.

Kesimpulannya, pasangan Hasanah dan Asyik hanya akan mengandalkan suara dari basis pendukung yang tercermin dalam partai pengusung. Keduanya takkan saling berbagi suara, tetapi suara mereka justru dibagi kepada 2DM dan Rindu.

Itu karena Hasanah dan Asyik berdiri secara diametral di dua kutub berbeda, sedangkan Dua DM dan Rindu ada di tengah-tengah keduanya.*


Mahya Lengka, Penulis Lepas Kelahiran Majalengka

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Membumikan Sistem Pendidikan ala RA Kartini https://t.co/kPySGuDbV7
Jambore Merapi Mountain dan Gathering Nasional MMUC Indonesia 2018 Sukses Digelar https://t.co/wD1ua7iAck
In Memorian: Titien Sukartini, Sosok Kartini di Dunia Pendidikan Majalengka https://t.co/WGfKS6mTDD
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page