Follow us:

Rute Subang Menuju "Smart City"

Sama seperti Pemerintah daerah lainnya, Subang hari ini dalam konteks pembangunan terus menerus berangsur memperbaiki dalam rangka menghadapi rintang dan tantangan didepan. Tidak hanya itu, Indonesia akan mendapat anugrah bonus demograpi selama rentang waktu 2020-2035, yang mencapai puncaknya 2030, dengan angka rasio ketergantungan Indonesia akan mencapai angka terendah, yakni 44%.

Artinya pada tahun tersebut rasio kelompok usia produktif dengan yang tidak produktif mencapai lebih dari dua kali, disaat itu komposisi bonus demograpi Indonesia akan didominasi oleh kelompok usia produktif, kalaulah hari ini diusia 15 Tahun, maka disaat puncak bonus demograpi mereka diusia sekitar 30 tahun, dimana sedang giat berkarya dan bekerja sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi kita. Disinilah titik persiapan bagaimana Subang menghadapinya.

Dengan kondisi diatas, betapa pentingnya kearifan kita dalam menyambut  ragam peluangpun yang muncul dikemudian hari dengan memanfaatkan semua potensi alam secara terintegrasi dan terkendali, dimana sikap yang cukup bijaksana melalui konsep smart city, bahwa konsep inilah yang sesuai dengan Sustainable City. Dalam perkembangannya, tidak sedikit berbagai pemaknaan atau definisi yang muncul sesuai isu smart city . Menurut Anthony B. Townsend dalam (Siahaan, 2016:487) bahwa “smart cities are places where information technology is combined with infrastructure, architecture, everyday objects, and even our bodies to address social, economic, and environmental problems”. 

Sederhananya memaknai smart city kita dapat mengartikan sebagai “kota cerdas”, dalam smartcity.wg.ugm.ac.id dikatakan bahwa smart city adalah suatu kota inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan teknologi lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi dari pelaksanaan dan pelayanan kota serta tingkat kompetitis suatu kota sementara mendukung kebutuhan genarasi saat ini dan yang akan datang terkait dengan aspek ekonomi , sosial, dan lingkungan.

Adapaun karaktersitik smart city menurut Centre of Regional Science, Vienna UT tahun 2007 ini mencangkup enam aspek vital kota yakni: economy, people, govermance, mobility, environmental dan living. Dengan harapan dari enam karateristik tersebut dapat memudahkan dalam menampung aspek-aspek kehidupan demi terwujudnya pembangunan yang merata yang dioperasionalkan dengan sistem smart city.

Walaupun dari karakteristik tersebut kita dapat mengoptialkan potensi yang ada namun dalam hal indikator smart city ini lebih disesuaikan dengan kondisi kota, serta tujuan pembanguan kota tersebut yang tak lepas dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, denga melibatkan tigal elemen pelaku dalam smart city yakni pemerintah, swasta dan masyarakat.

Dalam konteks pembangunan di Kabupaten Subang hari ini, baik itu infrastruktur yang berupa fisik ataupun pembangunan sumber daya manusia, perlu kiranya kita bersama saling membahu memanfaatkan potensi yang ada dalam rangka meujudkan Subang yang lebih, terlebih manakala pemangku kebijakan menekan pertama Smart Govermance, bagaimana roda kinerja pemerintahan hari ini lebih cerdas, itu merupakan kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan adalah Good Govermance, yang merupakan paradigma , sistem dan proses penyeleggaraan pemerintah dengan memegang prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusia, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparasni, profesinalitas, dan akuntabilitas. Lalu kemudian kedua smart economy, bagaimana pemerintah daerah kabupaten Subang mampu meningkatkan persaingan pasar modal dengan menambah peluang usaha yang dapat diputarkan oleh para pemuda, dengan output kedepan pemuda lebih inovati dan mampu menangkap berbagai peluang yang hadir.

Yang ketiga smart people bagaimana pemerintah daerah kabupaten Subang mampu meningkatakan kualitas masyarakat dengan mudahnya mengakses ragam informasi publik yang mampu menambah wawasan masyarakat dalam konteks perkembangan dan pembangunan. Lalu kemudian bagaimana seluruh elemen masyarakat mampu memanfaatkan ruang publik sebagai bentuk pendidikan masyarakat yang mudah diakses dan terpadu ramah anak berbasis teknolgi informasi. Selanjutnya yang keempat smart mobility bagaimana pemerintahan daerah kabupaten Subang menigkatkan angka mobilitas (tranfortasi dan infrastruktur) untuk kepentingan publik sehingga tidak ada ketimpangan antar pusat kota dan daerah.

Kemudian yang kelima yakni smart environment, merestrukturisasi konsep lingkungan pintar dengan basis keindahan alam, yang kemudian kita sebut pengembangan pariwisata yang bersih dan asri melalui penataan dan pengelolaan yang baik untuk kenyamanan masyarakat dan wisatawan, sehingga berakhir dengan penaatan lingkuangan yang berfungsi sebagai tempat pendidikat masyarakat. Terakhir yakni Smart living, dimana pendidikan merupakan tonggak utama yang harus seantiasa ditingkatkan pada aspek proses manajemannya, yang tak lepas dari kebudayaan daerah terintegerasi melalui penataan kinerja praktisi pendidiak formal, informal dan nonformal. Serta memberdayakan komunitas dengan basis pendididkan sebagai pendorong peningkatan kualitas hidup. Semoga Subang kedepan lebih baik dalam menata peluang dan menghadapi berbagai bentuk tantangan yang muncul dipermukaan.

Penulis Teguh Deni Al-Jabar, Alumni STKIP Subang


Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271



Twitter Update

Cegah Pungli, Rekrutmen Buruh Harus Lewat Disnakertrans https://t.co/Nv4jGo83YF
Bedah Rumah TMMD, Elis Senyum Bahagia dengan Rumah yang Dulu Bilik Kini Berdiri Kokoh https://t.co/DIYzbRAmyW
Bantu TNI, Elis Jadi Tukang Aduk Saat Rehab Rutilahu TMMD https://t.co/QmZjazHdUQ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page