Pilakdes Serentak, Pesta Demokrasinya Rakyat

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2017 di Kabupaten Subang sudah memasuki tahapan-tahapan pelaksanaannya, saat ini terdapat 23 Desa yang akan mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak, dan saat ini desa-desa tersebut telah memulai pembentukan panitia pilkades dan mensosialisasikan tahapan-tahapannya kepada masyarakat dimasing-masing desanya, salah satu desa yang ikut pilkades serentak ini adalah Desa Batusari tempat saya mengabdi saat ini.

BACA OPINI LAINNYA:
[Opini] Ospek, Dibenahi atau Tinggalkan?
Pilkada Subang, Playing Power vs Playing Strategi
Mencari Figur Ideal di Pilkada Jabar

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Desa dan Peraturan Bupati Subang Nomor 29 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Subang, dijelaskan bahwa setidaknya terdapat 14 item syarat-syarat untuk menjadi bakal calon kepala desa yakni antara lain :

  1. Warga negara Republik Indonesia;
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika;
  4. Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah pertama atau sederajat;
  5. Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 60 tahun pada saat mendaftar ;
  6. Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa;
  7. Terdaftar sebagai penduduk dan bertempat  tinggal di Desa setempat paling kurang 1 (satu) tahun sebelum pendaftaran;
  8. Tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara;
  9. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun  atau lebih, kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan berulang-ulang;
  10. Tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  11. Berbadan sehat;
  12. Tidak pernah sebagai Kepala Desa selama 3 (tiga) kali masa jabatan;
  13. Berkelakuan Baik; dan Keluarga inti (istri, anak, orang tua) dari kepala desa yang diberhentikan periode sebelumnya tanpa berselang tidak dapat mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa.


dan 16 item kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang ketika mengajukan pendaftaran yakni antara lain :

  1. Pas Photo  ukuran 4 x 6 cm (berwarna dan hitam putih)
  2. CD Pas Photo
  3. Surat keterangan bukti sebagai warga negara Indonesia dari pejabat tingkat kabupaten;
  4. Surat pernyataan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dibuat oleh yang bersangkutan di atas kertas segel atau bermeterai cukup;
  5. Surat pernyataan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, yang dibuat oleh yang bersangkutan di atas kertas segel atau bermeterai cukup;
  6. Ijazah pendidikan formal dari tingkat dasar sampai dengan ijazah terakhir yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang atau surat pernyataan dari pejabat yang berwenang, dan bagi lulusan paket B atau ujian persamaan memiliki yang dikeluarkan 3 bulan sebelum pendaftaran;
  7. Akta kelahiran atau surat keterangan kenal lahir;
  8. Surat pernyataan bersedia dicalonkan menjadi kepala Desa yang dibuat oleh yang bersangkutan di atas kertas segel atau bermeterai cukup;
  9. Kartu tanda penduduk dan surat keterangan bertempat tinggal paling kurang 1 (satu) tahun sebelum pendaftaran dari rukun tetangga/rukun warga dan kepala Desa setempat;
  10. Surat keterangan dari ketua pengadilan bahwa tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara;
  11. Surat keterangan dari ketua pengadilan bahwa tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih;
  12. Surat keterangan dari ketua pengadilan negeri bahwa tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai hukum tetap;
  13. Surat keterangan berbadan sehat dari rumah sakit umum daerah berdasarkan uji medis paket 5; dan
  14. Surat keterangan dari pemerintah daerah kabupaten dan surat pernyataan dari yang bersangkutan bahwa tidak pernah menjadi kepala Desa selama 3 (tiga) kali masa jabatan.
  15. Surat keterangan dari Kepolisian setempat sebagai bukti berkelakuan baik; dan
  16. Surat keterangan hubungan keluarga dari Kepala Desa yang disahkan oleh camat.

Terdapat sesuatu yang menarik pada pelaksanaan pilkades saat ini dimana Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia melalui keputusan nomor 128/PUU-XIII/2015, yang menegaskan bahwa warga desa lain bisa mencalonkan diri pada pilkades serentak yang akan datang dan ini berlaku diseluruh wilayah Republik Indonesia, hal ini tentu saja menjadi suatu kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan pilihan yang lebih banyak tentang kepala desa yang menjadi harapan dan pilihannya pada saat pemilihan nanti.

Desa Batusari saat ini telah memasuki tahapan sosialisasi pelaksanaan pilkades, dimana seluruh panitia besarta BPD Batusari dan Pemerintah Desa Batusari mensosialisasikan keseluruh kampung agar masyarakat benar-benar mengetahui dan memahami mekanisme pemilihan kepala desa pada tahun ini. Dan pada kesempatan ini saya senantiasa menekankan bahwa pemilihan kepala desa bukan semata-mata suatu kompetisi atau pertandingan yang pada akhirnya berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan warga antar kampung, namun hendaknya menjadi suatu pesta rakyat dimana apabila masyarakat menjadi obyek utama bagi setiap calon kepala desa.

Maka diharapkan akan memberikan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi rakyatnya itu terutama dalam meningkatkan silaturahim dan kekeluargaan disetiap warga desa, salah satu usul yang saya kemukakan adalah pada saat kampanye calon kepala desa hendaknya panitia pilkades menyediakan satu hari saja untuk dilaksanakan kampanye bersama melalui kegiatan “PESTA DEMOKRASI UNTUK RAKYAT”, dimana seluruh calon kepala desa yang ada menyediakan minimal 1-2 stand yang penuh dengan makanan sehari-hari dilapangan desa, dimana pada hari itu mereka mengajak seluruh warga Desa Batusari untuk tidak perlu memasak dirumah tapi disediakan oleh seluruh calon kepala desa atau pihak lain sesuai kesepakatan dan disertai dengan hiburan kesenian rakyat setempat, mekanisme kegiatan bisa dikemas sesuai dengan kesepakatan antara tokoh masyarakat, pemerintah desa, panitia dan calon kepala desa itu sendiri sehingga diharapkan akan mewujudkan nuansa kekeluargaan dan silaturahim akan lebih erat, disamping para calon kepala desa dapat menjual janji-janji mereka kepada masyarakat pada saat itu.

Pada tanggal 10 Desember 2017 merupakan hari pelaksanaan pemungutan suara dan perhitungan suara, pada pilkades kali ini memiliki ketentuan-ketentuan yang baru dimana warga akan memilih melalui jalur sesuai nama kampung/dusunnya, dan pada saat perhitungan suara apabila terdapat jumlah suara yang sama dari dua atau lebih dari calon kepala desa, maka kali ini tidak lagi dilakukan perhitungan ulang kertas suara, namun akan dilihat dari jumlah suara dari masing-masing kampung/dusunnya, apabila salah calon kepala desa mendapat suara terbanyak dari jumlah dusun yang ada, maka calon kepala desa tersebut dinyatakan sebagai pemenang.

Pemenang pada pilkades serentak tahun 2017, merupakan pilihan rakyat dan harapan masyarakat akan sosok Kepala Desa yang mereka idam-idamkan, percayalah ditahun-tahun mendatang sosok Kepala Desa bukan lagi sosok “Demang” yang terhormat dan dihormati saja, namun lebih kepada pelayan dan pengayom masyarakat, karena Kepala Desa merupakan pemimpin desa yang harus mampu melayani masyarakatnya secara arif dan bijaksana, akuntabel, dan transparan, karena maju tidaknya suatu desa salah satunya adalah sosok pemimpin yang amanah, selamat memilih !!

Komara Nugraha, Penulis adalah Kades Batusari, Kecamatan Dawuan, Subang

 


_______
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Sambut Pilkada, Polres Majalengka Petakan Potensi Rawan Konflik https://t.co/ztyuHTGtMl
Ngeri! Seorang Pamong Desa di Majalengka Bacok Kepala Warga https://t.co/vaaHWk2bLZ
Peringati Hari Antikorupsi, KAMPAK: Usut Kasus Honorer Bodong 2013 https://t.co/6BcDUHym92
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page