Melindungi Remaja dari Target Peredaran Narkoba

Indonesia kini menjadi daftar jaringan internasional perdagangan narkoba. Penyebabnya dikarenakan Indonesia memiliki jumlah pengguna yang potensial khususnya di kalangan remaja. Bahkan menurut Kombes Martinus Sitompul kabag penum Mabes Polri mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara yang dituju oleh prodesen dan Bandar narkoba.

TINJAU OPINI LAINNYA:
Kontelasi Politik Ikhtiar Membangun Subang Lebih Baik
Melirik Kemopreventif sebagai Senjata Alternatif Kanker
Israel dan Resistensi Palestina

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sampai ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Berita criminal di media massa, baik media cetak maupun elektronik dipenuhi oleh berita tentang penyalahgunaan narkoba. Dan hal tersebut berkorelasi dengan semakin meningkatnya kasus narkoba di lingkungan sekolah dan kampus, sehingga menimbulkan fenomena baru yaitu banyak para remaja yang menganggap bahwa memakai narkoba merupakan suatu hal yang wajar. Fakta tersebut diperkuat oleh data dari BNN bahwa 2 dari 100 orang remaja kalangan pelajar dan mahasiswa telah memakai narkoba atau 1,9 % remaja Indonesia memakai narkoba pada tahun 2016.

Fenomena tersebut sangat berbahaya karena Indonesia memiliki jumlah remaja yang potensial. Apabila tidak adanya tindakan pencegahan terhadap masalah sosial tersebut, maka cepat atau lambat Indonesia akan mengalami kehancuran karena memiliki penerus bangsa yang tidak berkualitas.  Bahkan menurut beberapa ahli mengatakan bahwa ancaman narkoba memiliki potensi yang lebih berbahaya dari pada ancaman terorisme, karena narkoba memakai cara halus, sistematis dan modern.

Penggunaan narkoba pada remaja pada dasarnya dikarenakan remaja memiliki ciri-ciri mudah terpengaruh oleh orang lain dan suka mencoba hal-hal yang baru. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya berbagai pengaruh yang besar dari lingkungan (keluarga, sekolah maupun masyarakat) dalam membentuk sikap dan perilaku remaja dalam kehidupannya. Sehingga remaja membutuhkan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya, sikap terhadap narkoba dan implikasi pada perilaku penyalahgunaan narkoba dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran terhadap kesehatannya. Akan tetapi remaja seringkali merasa tidak nyaman atau tabu untuk membicarakan masalah kenakalan yang sedang mereka alami kepada keluarga terdekat dikarenakan emosinya yang masih labil.

Maka dari itu, cara yang paling efektif untuk menanggulangi masalah tersebut dengan membuat aktifnya remaja pada kegiatan-kegiatan organisasi yang dirasa mampu mengurangi bahkan mencegah penyalahgunaan narkoba. Hal ini dikarenakan dengan aktif dalam sebuah organisasi, maka remaja dapat mendapatkan informasi yang dapat dipenuhi salah satunya dengan cara membahas bersama teman-teman tentang bahaya penggunaan narkoba, atau mengadakan pemutaran film dengan dampak akibat penggunaan narkoba.

Dalam interaksi sosial ini terjadi hubungan saling mempengaruhi diantara individu yang satu dengan yang lain, terjadi hubungan timbal balik yang turut mempengaruhi pola perilaku masing-masing individu sebagai anggota organisasi. Dalam lingkungan yang baik, dukungan sosial akan lebih efektif. Dengan pemahaman tersebut remaja akan tahu kepada siapa ia akan mendapatkan dukungan sosial sesuai dengan situasi dan keinginan yang spesifik, sehingga dukungan sosial mempunyai makna berarti bagi kedua belah pihak. Akan tetapi hal tersebut akan lebih efektif apabila terdapat dukungan dan arahan dari keluarga terdekat, karena sumber dukungan sosial yang paling penting adalah dari orang tua dan keluarga.

Tedi Rustandi, Penulis adalah Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Farmasi (DPMF Farmasi) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

___________
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Facebook Page

Twitter Update

Warga Subang Jadi Korban Penipuan Komplotan yang Mengaku dari Mabes Polri https://t.co/hpL8KsGFr9
Hari ini KPK Jadwalkan Periksa Setya Novanto https://t.co/jfQ8KamYTn
Sebut Majalengka Darurat Teroris, Kiyai Maman Dinilai Lebay https://t.co/KA47QlYIlh
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter