Menyalakan Optimisme di Hari Jadi ke-69 Kabupaten Subang

Tiidak terasa Kabupaten Subang telah menginjak usia yang ke-69th (1948 - 2017 ); satu 'pase usia' dari suatu daerah 'otonom' yang tidaklah sebentar. Dalam perjalanannya banyak pejuang, pemikir, tokoh dan rakyat yang telah bergotongroyong, berkontribusi untuk mewujudkan Kab. Subang yang lebih maju dan menjadi kebanggaan segenap tumpah darah bagi pewaris masa depan di setiap zamannya.

Subang Maju bukanlah mimpi sebagian golongan saja, bukan milik rezim yang sedang berkuasa; kemajuan Subang adalah 'akumulasi' dari setiap upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh 'KITA'; sebagai wujud kecintaan terhadap tanah kelahiran, tanah tumbuh dan tanah pengabdian.

Tentu sudah sama-sama kita ketahui; di usia Kabupaten Subang ke 69th, masih banyak mimpi dan harapan rakyat Subang yang masih belum dituntaskan; belum meratanya pembangunan imprastruktur, kesenjangan ekonomi dan rendahnya kesempatan kerja, akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang belum memadai, tidak menjadikan kita masyarakat yang pemarah, pemaki dan hanya bisa menyalahkan pemerintah saat ini, kemudian menjadi pesimis.

Dari semuanya itu; bukan berarti tidak menjadikan kita 'kritis', kemudian menerima semua keadaan dengan pasrah. Hemat kami, yang perlu kita lakukan (khususnya kaum muda) selain melakukan gerakan sosial yang progresif, 'Revolusi Mental' menjadi satu langkah yang harus dilakukan. Kita semua harus memastikan pewaris Subang kedepan bukan hanya sehat fisiknya, pun harus sehat jiwanya; mentalnya, termasuk kami dan kita sekalian. 'Menyalakan Optimisme' adalah gerakan 'Revolusi Mental - Nya' anak muda. Mental yang sehat ditandai dengan sikap 'Optimis'.

Subang Maju memerlukan generasi muda yang sehat fisiknya, pun sehat mentalnya; seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Bangsa kita Ir. Soekarno; untuk menghadirkan Indonesia yang maju maka 'Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya'. Sikap pesimis dikalangan pemuda hadir bukan tanpa alasan, ketimpangan informasi, keringnya gagasan, rendahnya pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara; sebagai rakyat Subang.

Keadaan yang demikian itu, cenderung mendorong 'rakyat' lebih banyak bicara apa yang sudah di peroleh dari pada apa yang sudah diperbuat untuk kemajuan kabupaten Subang. Oleh karenanya, sudah menjadi suatu keharusan sebagai pemuda, budaya membaca, diskusi pun 'bersilaturahmi' harus mulai digelorakan sebagai suatu upaya 'pencerdasan' sebagai suatu perlawanan terhadap situasi yang dijelaskan diatas, karena sejatinya keberanian lahir dari pribadi-pribadi yang mengetahui tentang informasi meskipun sedikit adanya, jika kita termasuk yang mengetahui dan masih diam, segeralah ber-SUARA.

'Menyalakan Optimisme' merupakan gerakan politik 'jalan perjuangan' untuk menghadirkan Subang yang lebih maju. Suatu upaya yang bisa dilakukan oleh kita semua dimulai dari hal yang paling mendasar, paling sederhana, dimulai dari diri kita. Mengapa demikian? hemat ini, fenomena yang kami potret dari 'Media sosial' banyak diantara kita pun kami secara pribadi, terhanyut dengan 'patamorgana' dan sihir dari 'rumput tetangga jauh lebih hijau dari halaman rumah sendiri'.

 Kita terlalu sibuk berbangga dengan kota-kota yang sedang tumbuh dan maju, sebut saja; Bandung, Surabaya, Blitar dan Purwakarta dsb, kadang kita lupa betapa banyak potensi yang dimiliki kabupaten Subang yang pada akhirnya tidak terkelola dengan baik dan terabaikan karena 'kita semua' lebih fokus terhadap kelemahan dibanding dengan kelebihan/potensi yang kita miliki. Kami meyakini, kemajuan dimulai dari pikiran; dari cara pandang; mindset. Kota-kota maju yang kami sebutkan diatas tidak hadir begitu saja, ada proses; ada upaya baik dari semua pihak, ada kehendak yang kuat baik dari pemimpin, pemerintah dan rakyat, pastinya karena ada cara pandang dan mental yang 'sehat', serta kebanggaan yang terus hidup dalam dirinya; terhadap kabupaten yang mereka cintai.

Di hari yang berbahagia ini; HUT Kab. Subang yang ke 69th, izinkan kami mengucapkan 'SELAMAT' karena sampai pada usia ke 69th pasti banyak 'ujian sejarah'; up and down, yang pada akhirnya menghantarkan kita pada pase seperti sekarang ini dengan selamat dan penuh 'suka cita'. Kami juga harus mengucapkan 'TERIMAKASIH' dengan penuh kesunguhan hati karena tanpa pemikir, pejuang, tokoh dan segenap rakyat yang telah bergotong royong, berkontribusi disetiap zamannya tidak mungkin harapan dan mimpi-mimpi kita terus hidup terhadap kabupaten Subang; semoga semakin maju dan menjadi kebanggaan kita semua.

Demikian 'Ungkapan Cinta', Dirgahayu Kab. Subang Ke-69th. Atas waktu & perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Wassalamu'alaikum.

Niko Rinaldo, Penulis adalah Dosen Komunikasi Pemasaran Fikom Universitas Subang


____
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Twitter Update

Pedangdut Via Vallen dan Konsistensi Lagu Daerah https://t.co/33mftfbshA
Gubernur Anies: ASN Bukan untuk Dimusuhi tetapi Dibina https://t.co/Rtit2O2yEj
Maju dari Perseorangan, Endang Kosasih Data KTP Dukungan https://t.co/OpkB3dQTWk
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page