FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Regulasi Baru Liga 3 2019, Persima Majalengka: PSSI, Mikir!

Keputusan PSSI Pusat yang tidak mengakomodir pemain senior pada gelaran Liga 3 2019 dipastikan akan membunuh karir pemain di atas 23 tahun. PSSI Pusat yang menerbitkan surat edaran nomor 01/IV/2019 tentang ketentuan umum Liga 3 2019 menyebutkan bahwa usia pemain yang boleh berkompetisi adalah kelahiran 1 Januari 1997 hingga 1 Januari 2001 tanpa pemain senior.

Keputusan PSSI pusat itu mengundang reaksi Klub di daerah. Ketua  klub Persima Majalengka anggota Liga 3 Jabar Asep Mulyana misalnya, dia menyebutkan kebijakan itu terkesan mendadak karena dilakukan tanpa sosialisasi.

"Kebijakan ini mendadak tanpa sosialisasi. Sekarang mau kemanakan pemain di atas 23 tahun jika tidak bermain di Liga 2 dan Liga 1. Seharusnya PSSI berpikir dengan nasib para pemain," tegas Asep.

Pemilik klub Liga 3 Jawa Barat Maung Bandung FC dan Liga 3 Banten Duta FC Banten Denny Susanto mengatakan, keputusan tersebut dapat mematikan lahan pekerjaan ribuan pemain senior. Pasalnya, tidak semua pemain di atas 23 tahun memiliki kesempatan bertanding di level Liga 2 dan Liga 1.

"Coba kita sama-sama hitung dengan jumlah peserta Liga 3 2018 lalu yang mencapai 300 hingga 400 klub seluruh Indonesia lalu dikali tiga pemain senior satu tim maka PSSI telah membunuh karir 1.200 pemain di atas usia 23 tahun. Itu karena, para pemain senior tahun lalu sudah pasti tidak bisa main di 2019 karena keputusan tidak becus PSSI itu," ucap Denny di Bandung, Rabu, 10 April 2019.

Denny mengatakan, dengan jumlah peserta Liga 2 yang hanya 23 tim ditambah Liga 1 dengan 18 tim maka ruang persaingan untuk pemain di atas 23 tahun sangat ketat. Apalagi, untuk pemain yang bertanding di Liga 1 2019 yang harus bersaing dengan tiga pemain kuota asing (satu Asia dan dua nonAsia).

"Para pemain usia 23 tahun keatas yang kalah bersaing dan kurang beruntung di Liga 1 dan Liga 2 mau kemanakan coba? Kami juga selaku pemilik klub dirugikan karena pemain usia 23 tahun keatas yang dikontrak rata-rata berdurasi panjang. Kasian kami putus kontraknya," ujar Denny.

Denny menegaskan, PSSI era sekarang bukan saja tidak tahu cara pembinaan dan mengurus sepakbola. "Tetapi mereka tidak tahu soal perkembangan pemain muda, justru di usia 23 ke atas itulah masa-masa emas pemain sedang tumbuh pesat, tapi sekarang mereka yang berusia U-22 keatas tingkat tak boleh lagi bermain di Liga 3, PSSI sekarang tidak memberi ruang bagi mereka," katanya.

Dia menilai, apa yang telah diputuskan PSSI era sekarang merupakan sebuah kemunduran baik pembinaan maupun untuk menuju kemajuan sepakbola Indonesia.

"Bagaimana sepakbola Indonesia mau maju, bagaimana mau mendapatkan pemaim handal, sementara induknya saja mempersempit ruang pemain-pemain muda di tingkat grassroot, ini jelas sebuah kemunduran bagi sepakbola kita, dan ketidak tahuan pengurus PSSI sekarang terhadap sistem pembinaan karena dampak dari itu ribuan pemain seusianya (U-23) tidak boleh dimainkan sebagai pemain prioritas sebanyak tiga pemain di Liga 3," kata Denny. (PR)

 

foto: @officialpersima


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1

Twitter Update

Hari Ini, Samling dan Simling Hadir di Pembukaan Majalengka Expo. Berikut jadwal sepekan ke depan https://t.co/ii1ad3GGMJ
Ratusan Calhaj dari 2 Kecamatan di Subang Pantura Ikuti Bimbingan Haji https://t.co/ye3gC7azvH
Pasang Baliho APBDes, Kades Tanjungrasa Kidul Ajak Warga Awasi https://t.co/lQk1Ri12cY
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page