Follow us:

Jadi Tuan Rumah, Subang Songsong Porda 2022

Berakhirnya perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Bogor beberapa waktu lalu, menjadi awal bagi Kabupaten Subang untuk berbenah diri. Maklum saja, Subang menjadi salah satu yang dijadikan tuan rumah pada Porda 2022 mendatang.

Ditunjuknya Subang menjadi tuan rumah Porda tidak sendiri. Ada Kabupaten Bandung dan Barat dan Tasikmalaya. Meskipun beban menjadi tuan rumah terbagi, namun jauh-jauh hari Subang sudah mulai berbenah dan menyiapkan diri.

"Ini sejarah untuk Kabupaten Subang, baru kali ini kita menjadi tuan rumah. Momentum ini tentu saja tidak disia-siakan. Kita akan berjuang semaksimal mungkin seperti saat merebut untuk jadi tuan rumah," kata Ketua KONI Subang Yoyo Kustrio

Porda 2022, akan melibatkan tiga Daerah, Subang, KBB dan Tasikmalaya. Untuk pembagian cabang olahraga sebanyak 70 Cabor itu diterapkan komposisi Tasikmalaya 50%, KBB dan Subang masing-masing 25%.

"Soal cabor mana saja, ini belum masuk pembahasan. Kita tunggu dari Provinsi. Tapi kalau dilihat dari kriterianya, ini dilihat dari fasilitas dan prestasi olahraga daerah," imbuhnya

Untuk menghadapi Porda 2020 mendatang, KONI sudah intens membangun Komunikasi dengan Pemkab setempat. Komunikasi diarahkan pada kesiapan infrastruktur atau fasilitas dan anggaran. "Kita sudah komunikasi terus menerus. Pada intinya, kita saat ini fokus untuk 2022," tandasnya

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jabar Evi Silviadi menegaskan, pihaknya akan secepatnya membahas soal cabor yang bakal digelar di tiga daerah itu. Ini penting, terkait persiapan daerah.

Lebih jauh Evi mengingatkan, selain soal prestasi, hal yang paling mendasar untuk Subang menjelang Porda 2022 adalah pembinaan atlit daerah. Dia meminta, Subang fokus pada pembinaan dan pencarian bakat atlit-atlit lokal.

"Jangan hanya bicara fasilitas atau infrastrktur, tapi harus disiapkan prestasi nelalui pemnbinaan. Harus diutamakan atlit daerah, lakukan pembinaan dari sekarang, masih ada waktu empat tahun ke depan," katanya

Ketua Pengcab MuayThai Jabar ini menandaskan, jauh lebih penting dari prestasi adalah lahirnya atlit baru daerah dan pembinaanya. Dia meminta, daerah menghentikan kebiasaan 'membeli atlit" dari luar untuk event-event olahraga.

"Sudah waktunya kita menghentikan kebiasaan itu. Kita harus menyiapkan jauh-jauh hari, lakukan pembinaan, insya Allah prestasi akan mengikuti. Kita di MuayThai, dalam waktu 2,5 tahun pembinaan, alhamdullaih sudah mencetak prestasi," tandasnya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Tim Futsal Putri Univ. Majalengka Juara 1 Open Futsal Turnamen Wil 3 Cirebon dan Priangan https://t.co/cftWqKlKs7
Surprise! Ini Penampakan Wisma Karya Subang Saat Malam Hari https://t.co/y81mjDemrC
Dua Ruang SMPN Ambruk, DPRD Majalengka: Segera Ajukan Bantuan https://t.co/jH9ejRFyom
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page