Follow us:

Abduh Lestaluhu dan Tendangan ke Bench Pemain Thailand

Abduh Lestaluhu tentu pernah bermimpi membela panji merah putih di masa kecilnya. Lahir di sebuah desa bernama Tulehu, Maluku, kini Abduh menjelma menjadi bintang. Namanya dielu-elukan. Aksinya menendang keras bola ke arah tribun official Thailand di laga Final Piala AFF leg kedua memang berbuah kartu merah. Tetapi, pemain PS TNI itu banjir pujian.

Pasalnya, usai menendang keras bola ke arah tribun official Thailand, nyali Abduh tak ciut. Meski pemain cadangan Thailand emosi dan menyerbunya, ia malah memasang badan sambil mengangkat kedua tangan, seolah menantang.

Beruntung, wasit segera memisahkan Abduh dari kepungan pemain Thailand. Terlihat jelas wajah sedih Abduh kala itu. Ia seolah menahan diri untuk tak mengeluarkan air matanya di detik-detik akhir pertandingan tersebut.

Abduh tentu memiliki alasan bersikap seperti itu. Ia kesal dengan ulah pemain cadangan dan official Thailand yang sengaja menahan bola dengan maksud mengulur waktu.

"Saya kesal karena Thailand sengaja mengulur-ulur waktu. Saya hanya minta bola, namun mereka ofisial dan pemain mereka seperti menghalang-halangi. Tapi memang saya akui salah, semestinya tidak bertindak emosional," kata Abduh.

Saat insiden tersebut, Indonesia memang sudah tertinggal dua gol. Dengan kata lain, skor agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan Thailand dan Indonesia membutukan satu gol guna memaksakan perpanjangan waktu. Guna mempertahankan keunggulan, beberapa pemain Thailand kerap melambatkan langkah ketika digantikan oleh rekan setimnya.

Aksi Abduh Lestaluhu justru mendapat dukungan dari fans Timnas Indonesia di media sosial. Mereka menganggap tendangan Abduh mewakili kekesalan suporter. Pelatih Alfred Riedl juga memberinya pembelaan karena tidak sepantasnya ofisial tim mencoba memengaruhi pertandingan di lapangan.

"Saya memahami Abduh, karena salah satu ofisial pelatih Thailand tidak memberikan bola, saat ia meminta bola saat kami sedang berusaha mengejar skor. Kartu merah bisa dipahami karena tim Thailand yang memicu situasi ini," kata Alfred Riedl.

Meski gagal meraih juara Piala AFF 2016, masyakarat Indonesia tetap memberikan apresiasi kepada Timnas Indonesia. Skuat Garuda kalah agregat 3-2 dari Thailand dalam laga final yang puncaknya digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016).

Abduh Lestaluhu dkk. sudah berjuang habis-habisan melawan Thailand yang memang dari segi kualitas pemain lebih baik. Kegagalan Timnas Indonesia dinilai wajar karena Thailand merupakan tim tangguh dan favorit juara yang telah mempersiapkan diri dengan baik.



________

Follow Twitter: @tintahijaucom Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Twitter Update

Ribuan Santri Subang akan Dzikir dan Do'a Bersama untuk Jokowi dan Keutuhan NKRI https://t.co/nrMsGQgc3A
Fraksi Absen di Paripurna, Sekjen PDIP Subang: Mereka Sakit https://t.co/2RyhtZEADX
Kecanduan ML, Pemuda Asal Subang ini Alami Masalah Serius pada Matanya https://t.co/JeeKSfKD02
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page