Jangan Ada Corona di Tengah Pembagian BLT

Dalam sepekan ke belakang, bantuan pemerintah, baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten mulai disalurkan ke penerima manfaat. Ini belum termasuk bantuan yang bersumber dari Dana Desa.

Semangat bantuan ini untuk stimulan akibat wabah virus corona yang pada akhirnya Pemkab menerbitkan aturan terkait dengan Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Konsekwensi dari PSBB ini adalah banyak aktivitas yang dibatasi. Satu diantaranya adalah perkumpulan warga dan jaga jarak saat berinteraksi.

Menengok pada sejumlah kasus, saat pembagian dana bantuan, penyaluran bantuan itu kerap dilakukan secara sentral di Kantor Pos untu ribuan warga penerima manfaat.

VIDEO: Ngantri Panjang Pencairan Bansos Tunai di Kantor Pos Subang

Kondisi fasilitas dan sarana prasarana yang terbatas, tampak kontra dengan jumlah warga yang datang untuk mengambil 'hak' mereka. Berjubelnya warga, berdesakan, dan bersentuhan antara yang satu dengan yang lainnya menjadi pemandangan yang tidak bisa dihndari.

Pemandangan ini justru kontra dengan semangat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid dalam emmutus mata rantai. Bukan untuk menuduh mereka yang menerima bantuan itu terpapar virus, tapi siapa yang menjamin jika mereka adalah bebas dari virus

Meskipun, ada beberapa perangkat desa yang mencoba impropisasi dengan Sosok Kades mendatangi warga dan emnyerahkan bantuan atau membuat seabrek aturan saat di lapangan.

BERITA TERKAIT PENCAIRAN BANSOS

Ambil Dana Bansos, Ribuan Warga Kalijati Tumplek di Kantor Pos

Pembagian Dana Bansos Kemensos di Ciruluk Subang Dikawal TNI/Polri

Kades Kasomalang Kulon Antarkan Sendiri BLT ke Rumah Warga

Sekedar untuk belajar dari masa lalu. Indonesia sudah sangat terbiasa dengan pelaksanaan Pemilu, baik tingkat Presiden, DPR/MPR, Gubernur, Bupati bahkan tingkat Kades dan RT.

Pola dan rute teknis pencoblosan atau pemilihan, sangat mengagumkan. Dari mulai menyerahkan daftar undangan, mengambil surat suara, mencoblos sampai menyerahkan srat suara semua berjalan tanpa bersentuhan dan tertub.

Kalaupun hari ini konteksnya corona, maka bisa saja ini diterapkan, dengan menyiapkan alat pengukur suhu badan di pintu masuk area pembagian dana bantuan.

Tulisan ini hadir, sebagai bentuk keprihatinan. Di satu sisi, dana bantuan ini sebagai konsekwensi pemerintah dengan kebijakannya, namun di sisi lain, kita seperti membiarkan potensi penyebaran virus itu terjadi di titik ikhtiar kebaikan pemerintah

Tentu saja, masih banyak cara untuk menghindari perkumpulan warga saat pembagian dana bantuan terdampak covid-19. Tanpa perlu mekanisme atau aturan baku, apapun caranya, perlu dioptimalkan tidak terjadinya perjubelan warga di satu tempat yang justru kontra dengan semangat hadirnya dana bantuan itu.

Tapi apapun yang sudah terjadi, doa terbaik semoga kita semua diberi kesehatan seutuhnya dan semangat menjejaki setiap detik waktu di tengah pandemi corona

Wallau A'lam bishawab


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Twitter Update

Polisi Lakukan Penyekatan di Perbatasan Subang dan Purwakarta https://t.co/G71qvCJS82
Alhamdulillah, 14 Orang Terkonfirmasi Positif Korona di Subang Sudah Sembuh https://t.co/cDV4PSumcE
Empat Hari Terakhir, Tidak Ditemukan Kasus Positif Baru di Purwakarta https://t.co/rsWvvafDIO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter