Subang Jawara, milik dan untuk siapa?

Berganti pemerintahan, berganti pula slogan yang diusung. Dari Motekar, kini Subang Jawara. Lalu, slogan-slogan itu milik dan untuk siapa?

Dalam satu waktu, sambil menikmati kopi hitam, kita (saya dan salah seorang pejabat) asik menikmati obrolan santai. Dari satu tema ke tema lain, yang pada akhirnya orolan berhenti di seputar Subang Jawara.

Mengawali obrolan tentang slogan Subang, saya mencoba memancing dengan kalimat: apapun slogannya, Subang tetap Subang dengan karakter dan pola pikir pemangku jabatannya.

BACA JUGA: Mengenal Subang Jawara, Program Andalan Pemerintahan Jimat Akur

Rupanya, kalimat itu menjadi umpan lambung bagi pejabat yang sudah cukup lama saya kenal, dari mulai posisi yang berpindah-pindah sampai pola pikirnhya. Semula, dengan kejaimannya, saya kira dia akan kontra dengan kalimat itu.

Namun, meskipun tidak sependapat keseluruhannya, dia mengamini ungkapan saya di atas. Diskusi tanpa moderator pun mengalir tanpa interupsi atau menjatuhkan karakter masing-masing

Jalan berbeda yang kita lalui, akhirnya bertemu di persimpangan jalan. Kita sama-sama berhenti dan menarik nafas dalam pada pertanyaan yang sama: Subang Jawara ini milik siapa dan untuk siapa?

Pertanyaan itu terkesan sederhana, tapi untuk menjawab tidak sesederhana itu. Pertanyaan itu melangkah dari kebiasaan menggemakan Salam Subang Jawara di momen formal dan menengok program yang ada di OPD versi eksternal. Karena bagi saya, sejatinya, barometer suksesnya program tidak dihitung dari seberapa banyak pernghargaan yang diterima, tapi dari seberapa banyak dan besar dirasakan warga

BACA: NasDem Ingatkan Pejabat Selaraskan Program dengan Subang Jawara

Nah kembali soal Subang Jawara, hampir setiap kegiatan formal pemerintahan, Salam Subang Jawara: Subang Gotong Royong, Rakyat Subang Jawara (Jaya, Istimewa dan Sejahtera) itu meggema untuk mengawali sambutan pejabat, salam Subang ini menjadi penyerta wajib salam lazimnya, yaitu Assalamualaikum.

Namun kemudian, betulkah semangat melapalkan alam Subang Jawara itu meresap ke jiwa dan hati serta menjadi pedoman bagi pemangku jabatan? atau tuntas sampai pada Salam di acara formal?

Sambil berseloroh, saya katakan ke sahabat pejabat itu: kang jangan-jangan semangat Subang Jawara itu hanya ada pada pencetusnya, hanya ada pada mereka yang meyakininya, dan atau hanya ada di Bupati dan Wakil Bupati? Selebihnya, Subang Jawara tidak ubahnya slogan iklan merokok berbahaya untuk kesehatan tapi banyak yang nyari.

BACA JUGA: Fraksi NasDem Subang Sebut Program OPD Copy Paste

Menilik dari permukaan, melihat dari luar gedung pemerintahan, program yang ada di OPD di era 'Subang Jawara' ini masih belum ada perbedaan saat pemerintahan 'Motekar' atau jaman pemerintahan sebelumnya. Meminjam bahasa Ketua Fraksi NasDem, Hendra Purnawan: program OPD masih copypaste dari program tahun belakang.

Kalo betul adanya, terigat waktu masih aktif di organisasi kampus, kecelakaan terburuk program kerja atau job description adalah saat rencana yang tertulis masih berpegang teguh pada rencana dulu, sementara kebutuhan dan jaman berbeda. Dan lebih celaka lagi, sudah program itu copypaste, tapi dalam prakteknya: rencana cukup sampe di lembaran kertas

Kalau ini menjadi sebuah kebenaran, maka yang dikhawatirkan adalah rancangan idealisme duet Ruhimat-Agus Masykur membangun Subang lewat sembilan program yang terkandung dalam Subang Jawara, hanya manis di slogan.

Tahun 2020 ini adalah tahun kedua Pemerintahan Subang Jawara. Artinya masih banyak waktu untuk menjewantahkan Subang Jawara, dari slogan menjadi karya-karya nyata.

Duet Jimat-Akur pun masih punya banyak waktu untuk meneguhkan komitmen para 'pembantunya' dalam semangat merealisasikan program Subang Jawara.

Yang pada akhirnya, di usia ke-72 pada 4 April 2020 nanti menjadi momentum terbaik untuk merepleksi dan mengevaluasi, sekaligus meluruskan jarum kompas pemerintahan sehingga Subang ke depan, betul-betul Jaya (daerahnya), Istimewa (pembangunannya) dan Sejahtera (warganya).

Wallahu a'lam bishawab







Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Innalilahi, Mang Becak Wafat Saat Bawa Penumpang https://t.co/LbHaootKAm https://t.co/9E7kTUUVUe
Lakukan Cara Ini Agar Suami Bisa 'Pemanasan' Lebih Lama Sebelum Bercinta https://t.co/Ci7DzUsDqa
Kenakan APD, Petugas Cek Puluhan ODP di Patokbeusi Subang https://t.co/hW8L46wISV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page