Follow us:

Menguji Komitmen TOS JIMAT-AKUR

Pada beberapa pekan silam, Bupati dan Wakil Bupati Subang Terpilih, Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi membentuk Tim Optimalisasi dan Sinkronisasi (TOS). TOS ini guna menopang program dan 100 hari kerja paket Jimat-Akur ini.

TOS ini diantaranya menggodok Program 100 Hari Kerja yang kemudian disebut Subang Jawara. Ada sembilan butir Program Subang Jawara ini, yaitu Jawara Nata membidangi penataan ruang, perumahan dan permukiman, Infrastruktur, serta perhubungan. Jawara Niaga membidangi industri, perdagangan, koperasi dan UMKM dimpimpin.

REKOMENDASI:
Jelang Dilantik, Jimat-Akur Launching Subang Jawara
Bangun Subang, Jimat-Akur Gandeng, KPK Praktisi Hingga Guru Besar
Garap Subang Jawara, TOS Jimat-Akur Gandeng 3 Mantan Komisioner KPK

Jawara Wisata membidangi pariwisata, seni dan budaya, Jawara Raga membidangi kependudukan, ketenagakerjaan, sosial dan kesehatan. Jawara Daya membidangi keagamaan dan pendidikan.

Selanjutnya Jawara Miara membidangi perikanan dan peternakan, Jawara Pakaya membidangi pertanian, perkebunan dan kehutanan, Jawara Riksa membidangi lingkungan hidup, pertambangan dan energi, Jawara Nagara membidangi reformasi birokrasi dan hukum.

Sesuai namanya, Tim ini diantaranya bertugas untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan baru dan mensinkronkan antara pemerintah berlangsung dan pemerintah Jimat-Akur setelah dilantik pada 21 Desember
2018 mendatang.

Pada hal sinkronisasi, Tim ini dituntut membangun komunikasi dengan pemerintahan yang berlangsung guna menselaraskan kebijakan dan produk hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini dan pemerintahan mendatang yang notabene sebagai user dari produk kebijakan dan aturan pemerintahan saat ini.

Dengan adanya komunikasi dan sinkronisasi itu diharapkan pemerintahan di bawah kepemimpinan Jimat-Akur nanti tidak ada jeda atau langsung tancap gas merealisasikan program kerjanya.

Jika menengok delapan point butir Subang Jawara dan beberapa kebijakan pemerintah saat ini, setidaknya ada dua hal yang menuntut komitmen TOS Jimat-Akur. Sebab, jika lengah, maka realisasi Subang Jawara ini tidak
ubahnya jiwa tanpa nyawa.

Hal yang patut diatensi TOS adalah memastikan sejumlah pejabat yang dikabarkan akan dilakukan mutasi untuk memenuhi beberapa formasi baru itu mengusung semangat the man behind the gun atau menempatkan orang sesuai kapasitasnya.

TOS Jimat-Akur seharusnya tidak alergi dengan mutasi dan rotasi, justru harus menjadi peluang bagi mereka untuk hadirnya reformasi birokrasi. Apalagi, Pemerintahan di bawah kepemimpinan Ating Rusnatim ini tidak gengsi untuk membangun komunikasi dan berkongsi dengan TOS Jimat-Akur.

Meskipun, perubahan formasi pejabat untuk menempati empat atau lima SOTK baru, namun pada kenyatannya bukan sesuatu yang haram untuk dilakukan perubahan secara massal. Ini, semata-mata untuk mempermudah Jimat-Akur dalam menjalankan kinerjanya nanti dan atau membuktikan semangat birokrasi yang menjadi salah satu janji mereka saat kampanye.

Hal lain yang patut diatensi adalah terkait budgeting. Kendati menempatkan pejabat sesuai kapasitas dan skillnya sudah terlaksana, namun jika tidak didorong dengan kemampuan anggaran, maka ini bisa menjadi permasalahan baru.

Tentu saja, tidak seluruh SKPD disupport secara full, TOS bisa memilah SKPD yang menjadi prioritas untuk mewujudkan harapan publik. Mimpi warga yang sampai hari ini belum terealisasi diantaranya adalah memiliki jalan
mulus, pelayanan kesehatan dan administrasi, serta hadirnya spot taman di sudut kota dan pengelolaan wisata.

Jika berkaca pada APBD tahun berjalan ini, anggaran belanja berada di angka sekitar Rp3 triliun. Ini sudah termasuk untuk belanja tidak langsung. Untuk memenuhi harapan di atas, TOS Jimat Akur ini harus berani menaikkan setidaknya di angka Rp5 triliun, tentu saja ini harus terukur termasuk soal pendapatan daerah. Potensi untuk meng-up APBD dan PAD 2019, masih memiliki waktu. Sebab, hingga saat ini RAPBD 2019 masih dalam proses penggodokan di Eksekutif.

Demikian juga masalah menempatkan pejabat sesuai kapasitasnya. Tim Jimat-Akur masih memiliki kesempatan. Karena nyatanya sampai saat ini masih dalam proses penggodokan penempatan pejabat.

Pada akhirnya, reformasi birokrasi yang dibuktikan dengan menempatkan pejabat sesuai skill dan kapasitasnya serta berani meningkatkan APBD di 2019 bisa benar-benar terwujud. Dengan demikian, Jimat-Akur yang menjadi
User, akan lebih ringan untuk melangkah ke depan sekaligus memantik optimisme Subang akan lebih terang benderang

 
Salam Ngopi,


MangSiHejo








 


Twitter Update

Tim Futsal Putri Univ. Majalengka Juara 1 Open Futsal Turnamen Wil 3 Cirebon dan Priangan https://t.co/cftWqKlKs7
Surprise! Ini Penampakan Wisma Karya Subang Saat Malam Hari https://t.co/y81mjDemrC
Dua Ruang SMPN Ambruk, DPRD Majalengka: Segera Ajukan Bantuan https://t.co/jH9ejRFyom
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page