Follow us:

Terimakasih Pak Polisi...

Tulisan ini inspirasinya waktu mudik lebaran lalu, saat perjalanan menuju Jakarta selepas berlibur dan berlebaran dengan keluarga di Majalengka. Di beberapa titik, jalan Tol Cipali, sering ditemukan kumpulan Polisi yang sedang ngatur lalu lintas.

Terlintas di benak saya, saat yang lain kumpul dengan keluarga, mereka masih sibuk di jalanan mengatur jutaan kendaraan yang mau kumpul dengan keluarga di hari kemenangan selepas sebulan puasa. Mungkin ini tuga mereka, tapi saya berusaha belajar untuk berada di posisi mereka, ini berat dan sederhana.

Di hari-hari biasa, Polisi adalah teman saat kita bareng-bareng di lapangan. Celotehan dan tawa jadi hidangan ternikmat sambil menikmati segelas kopi item. 'pesta kecil" ini hanya salah satu cara untuk melepas kepenatan di tengah rutinitas masing-masing kita. Polisi dan Jurnalis ibarat dua profesi sejoli. Kita tidak jarang bekerja seiringan dan beririsan.

Baik Polisi maupun wartawan sejatinya memiliki kesibukan yang nyaris sama. Saat arus mudik lebaran, kedua profesi ini sama-sama sibuk di lapangan. Saat terjadi peristiwa, dua profesi sejoli ini berada di lokasi kejadian. Keduanya sama-sama bekerja untuk profesionalisme, keduanya sama-sama bekerja untuk orang banyak.

Musim mudik lebaran tahun ini, ada yang beda dengan tahun sebelumnya. Kesibukan dua profesi sejoli ini, saya kira ada peningkatan di banding tahun sebelumnya, di momentum yang sama. Betapa tidak, sejak arus mudik lebaran mereka sudah mulai disibukkan dengan garapan mereka masing-masing.

Mudik lebaran, pada tahun ini bukan satu-satunya menjadi garapan. Sebab pada saat yang sama, di Pamanukan sana, terjadi penangkapan teroris oleh tim Densus dan puluhan personil kepolisian. Polisi bertugas mengkondusikan di lapangan, sementara jurnalis berusaha keras menyampaikan informasi sebenarnya di lapangan.

Sampai dua tiga hari, masalah penangkapan teroris ini jadi trending. Maklum saja, teroris ini menjadi momok di masyarakat, terlebih saat suasana lebaran dan menjelang Pilkada serempak.

Teroris tuntas, profesi dua sejoli ini kembali disibukkan dengan hiruk pikuk Pilkada serempak. Dari mulai pencoblosan sampai pada rekapitulasi suara di Fave Hotel Rabu (4/7/2018) kemarin. Meskipun perhitungan tuntas, tapi dua profesi sejoli ini, masih tetap siaga, buka mata dan telinga.

Syukur Alhamdulillah, dari rentetan peristiwa, tidak ada peristiwa yang menonjol. Semua bisa diatasi dan dilalui. Begitu juga pada tahapan Pilkada. Secara umum, pelaksanaan Pilkada berjalan dengan damai dan kondusip.

Namun, kerja tetaplah kerja. Kadang di tempat yang beda, di waktu yang berbeda, dua profesi sejoli ini kerap dikonotiaskan negatif, dinistakan dan direndahkan. Beruntung, kita bukan segermobolan yang haus pujian. Apapun penilaiannya, memberi informasi kepada masyarakat adalah sudah tugas jurnalis.

Apapun, Terimakasih Pak Polisi, Semangat kawan-kawan jurnalis....