Follow us:

Musrenbang, Politik Anggaran dan Mimpi Jalan Mulus di Subang

Hampir setiap tahun, Pemerintah, dari mulai tingkat Desa sampai Kabupaten menggelar musyawarah rencana pembangunan atau musrenbang. Musrenbang ini salah satuya untuk menentukan arah pembangunan daerah.

CSR, Eta Terangkanlah...
Terimakasih Pasukan Orange....
Kado Duka Menjelang Hari Anak...

Hampir, setiap tahun, keluhan yang kemudian jadi usulan Desa adalah hadirnya jalan mulus, dan realisasi perbaikan jalan yang menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat, tentu, di luar aktivitas warga lainnya.

Hampir setiap tahun, perwakilan warga dikumpulkan, diajak bicara, dan berpartisifasi menentukan skala prioritas pembangunan di daerah mereka. Seperti tahun sebelumnya, warga masih dengan semangat yang sama, berharap adanya perbaikan jalan umum. Permintaan warga sangat dan teramat wajar. Mengingat, dengan jalan yang tak lagi berlubang, akan memudahkan aktivitas dan tidak lagi jatuh korban.

Jalan rusak di Kabupaten Subang bukan saja terjadi di daerah, tapi juga tampak di depan mata, sangat mudah ditemui di ruas jalan yang tidak jauh dari perkantoran pemerintahan. Kerusakan jalan akan semakin terasa saat turun hujan. Jalanan tampak kubangan karena lubang jalan itu tertutup air.

Warga berulang kali protes. Tidak saja dengan menyampaikan aspirasinya, tapi pada titik terendah kepasrahan, warga memasang rambu-rambu dengan menanam pohon di titik kerusakan jalan raya.

BACA: Menjadi Jurnalis itu Menyenangkan! Ini Buktinya

Jalan mulus, bagi masyarakat adalah harga mati setelah NKRI. Karena, soal ekonomi dan kesejahteraan adalah soal kesungguhan warga merebut dan mempertahankan hidup. Meskipun, harus diakui tidak sedikit ruas jalan yang sudah dibenahi.

Sejatinya, baik eksekutif dan legislatif, sudah berupaya keras untuk melakukan perbaikan jalan. Secara kebijakan, anggaran perbaikan jalan yang tertuang dalam APBD yang ditetapkan DPRD, hampir setiap tahun mengalami peningkatan. Dari mulai Rp100 miliar, yang pada tahun ini hampir menyentuh Rp300 miliar.

Angka itu baru berasal dari APBD Subang. Belum dibantu dengan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Terlebih, soal jalan di desa, Pemerintah Pusat di bawah komando Joko Widodo menggulirkan dana Desa yang jumlahnya tidak kecil. Dari sekain banyak sumber dana, ini bisa diup dengan pemanfaatan dana CSR dari industri yang sudah menjamur di Kabupaten Subang. Keberadaan industri ini, seyogyanya bisa berkontribusi terhadap perbaikan jalan di daerah industri itu berada.

Namun, dari prognosis di atas, dari mulai usulan melalui musrenbang dan kebijakan politik anggaran untuk perbaikan jalan yang setiap tahun meningkat, tampaknya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.

Nyatanya, warga masih teriak soal kerusakan jalan raya yang semakiin menjadi. Teriak warga ini tidak saja disampaikan melalui social media lengkap dengan gambar kondisi jalan, namun disampaikan pula kepada para calon pemimpin yang manggung di Pilkada Juni mendatang.

Ini yang kemudian harus menjadi PR besar bagi, siapapun, Bupati terpilih di Pilkada nanti, harus berani menselaraskan antara usulan musrenbang, politik anggaran dan realisasi jalan mulus. Dengan komitmen itu, secara tidak langsung bisa menangkal joke di masyarakat, jika perbaikan jalan adalah proyek tahunan, dan quota peduli pemimpin hanya pada saat jadi calon.

wallahu bishawwab

Salam Kopi Item


MangSiHejo, tak ada Mang tanpa SiHejo

 

 

*foto hanya pemanis, screenshot dari gugel

 


Twitter Update

Terdakwa Penyuap Imas Aryumningsih Divonis Dua Tahun Penjara https://t.co/ww2XzWOMwQ
Puluhan Mojang Geulis ini Unjuk Gigi di Subang Girl Model https://t.co/5k1rD8FyQf
Miris! Hari Pertama Masuk Disambut Dengan Kondisi Sekolah Rusak https://t.co/Cw302Z3eQf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page