CSR, Eta Terangkanlah...

Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung jawab Sosial Perusahaan adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya). perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

TINJAUAN LAINNYA:
Terimakasih Pasukan Orange....
Kado Duka Menjelang Hari Anak...
Polling, Pilkada dan Patimban

Ya, CSR, dalam beberapa pekan terakhir ini mendadak akrab dengan mata. Tiga hurup itu, kini sering ditemui di time line social media, facebook, dalam beragam persfektif dan pembahasannya. CSR, kini menjadi akropnim yang sangat akrab untuk kalangan tertentu.

CSR ini sebenarnya sudah lama muncul. Namun seiring dengan hadirnya taman di alun-alun yang dibuat dari dana CSR BJB cabang Subang, dalam beberapa pekan terakhir ini CSR kembali muncul dan menjadi hurup-hurup yang asik ditulis dan dibicarakan. Ada apa sebenarnya dengan CSR?

Saya berusaha menarik diri dari masalah CSR dan taman Alun-alun, untuk menghindari subjektifitas. Sebaliknya, saya tertarik dengan keberadaan CSR di Subang. Secara umum, CSR ini seperti bangsa maya, terlihat tapi tidak terasa, ada tapi dimana. Maklum saja, hingga usia Subang 69 tahun, DPRD belum menggodok, membahas dan atau menusun soal CSR ini.

Bisa saja, ratusan pabrik, BUMD atau swasta sudah mengeluarkan CSR mereka. Tapi, karena regulasi hukumnya belum ada, sehingga pemanfaatan CSR itu belum betul-betul dirasa. Bahkan, objek penerima dan peruntukannyapun seperti sumir, buram dan tidak jelas.

Keberadan regulasi hukum, semacam Perda sepertinya sudah menjadi kebutuhan. Mengingat, di atas tanah Subang banyak sekali perusahaan berdiri. Mengingat, CSR sendiri sudah menjadi hal lumrah bagi perusahaan. Keberadaan Perda CSR menjadi penting, untuk mempertegas objek dan peruntukkan dana CSR, kemana, ke apa dan untuk apa.

Butuh ada pemahaman jelas pemanfaatan dana CSR, sehingga ke depan CSR tidak menjadi pengertian liar, misalnya CARI SEGEPOK REZEKI. Pemanfaatan CSR harus jelas, terang benderang, sehingga tidak ada lagi samar dan gulita yang mengundang asumsi yang jauh lebih hitam pekat.

CSR, eta terangkanlah.... 

 

Salam Kopi Hitam,

MangSiHejo
tak ada Mang tanpa SiHejo

____________
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Twitter Update

Cabuli Bocah Ingusan, Warga Palasah Majalengka ini Numpang di Rumah Teman https://t.co/3ciankwfWx
Pipin Chikal, Bidan Subang dengan Segudang Prestasi di Sirkuit https://t.co/GlLZhrdxXb
Jejak Seni Gembyung di Tengah Gempuran Musik Modern https://t.co/W41rm8gCiH
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page