Terimakasih Pasukan Orange....

Dari Rabu kemarin hingga Kamis (3/8/2017) ini Piala Adipura menjadi trending perbincangan warga. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Ya, setelah 20 tahun, Subang kembali meraih Piala Adipura Buana bersama 15 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan lingkungan hidup itu diterima Bupati Imas Aryumningsih di Auditorium Manggala Wanabakti jalan Jendral Gatot Subroto Jakarta Pusat Rabu (2/08/17).

Penerimaan Adipura di Jakarta itu ternyata menjadi awal euporia. Sebab sehari setelahnya, atau tepatnya Kamis ini, euporia yang semua milik pejabat Pemerintah Kabupaten Subang ditransformasi ke masyarakat Subang dengan melakukan konvoi Piala Adipura dari daerah Ciater, Subang Kota dan Pagaden.

Ada ratusan orang yang mengikuti kirab Adipura. Bahkan lebih dari jumlah rombongan, ratusan bahkan ribuan warga sepanjang yang dilalui konvoi menyemut di sisi jalan untuk melihat Piala Adipura yang diperjuangkan sejak 2 tahun lalu, saat Bupati Subang masih dijabat Ojang Sohandi

Konvoi Piala Adipura, adalah salah satu cara untuk ekspresi kebanggaan dan kebahagiaan mendapat piala tersebut. Maklum, sekali lagi, hampir 2 tahun, perjuangan untuk mengembalikkan Piala Adipura setelah 20 tahun 'lupa arah pulang'. Sejumlah upaya dilakukan pemerintah. Bupati Imas Aryumningsih tidak bosan memerintahkan anak buahnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di titik yang menjadi penilaian.

Tidak hanya memerintah, Imas bahkan memimpin langsung untuk aksi bersih-bersih lingkungan. Dari mulai di lingkungan Pemkab, pasar tradisional, terminal hingga di lokasi tempat pembuangan akhir. Setiap kali diwawancara awak media, Imas selalu menjawab, tahun ini Subang harus dapat Adipura.

Sudah bisa ditebak, konsekwensi dari kebijakan Bupati itu adalah Dinas Lingkungan Hidup. Bahkan, Dinas yang sebelumnya berstatus badan, sudah tiga kali mengganti pucuk pimpinan, dari Aminudin (saat ini Sekwan) dan Suwarna Murdais (sekarang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) sampai saat ini dipegang Yayat Sudaryat.

Dan dari sekian banyak bagian atau seksi di DInas Lingkungan Hidup, bidang kebersihan lah yang harus memanggul 'beban' dan 'ambisi' Pemkab membawa pulang Piala Adipura. Yup, di tengah euporia dan hiruk pikuk 'pesta' Piala Adipura, ada orang-orang yang sungguh memiliki peran penting 'merayu' dan 'mengajak' pulang Adipura ke Subang. Mereka adalah Pasukan Orange, pasukan yang berperan epnting dalam kebersihan sudut Kota Subang.

Ada nanar, saat rombongan konvoi Piala Adipura melintas. Dari mobil pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, semangat lambaian tangan warga di sisi jalan, masih tampak segar dan semangat. Namun, di barisan nyaris di ujung rombongan, ada satu kendaraan bak terbuka yang membawa Sekelompok Pasukan Orange. Meski sapa hangat dan senyum warga sudah mulai melemah, tapi semangat labaian tangan dan senyum mengembang dari pasukan orange di atas mobil masih tampak semangat dan bergairah

Yups, Pasukan Orange inilah yang berhak untuk bahagia, berhak untuk tersenyum lepas, berhak mendapat lambaian tangan, dan berhak untuk bernafas lega, bahkan berhak untuk menerima reward sepadan. Karena peran Pasukan Orange inilah yang menghadirkan senyum kebahagian warga dan pejabat Subang hari ini.

Sebuah Piala Adipura yang dinaikkan di atas mobil pikap di barisan pertama dan dipegang langsung Bupati Subang yang memiliki nilai dan gengsi bagi semua daerah di Indonesia 'dibeli' dengan nilai keikhlasan tingkat dewa pasukan orange. Teringat saat setiap pagi buta, ibu-ibu yang berjumlah dua sampai tiga orang mulai beraktivitas di jalan, menyapu sampah berceceran di jalanan. Mereka sudah bergerak saat sebagian besar, bisa jadi, masih tertidur lelap.

Mereka tak memperdebatkan soal prilaku yang 'melanggar' buang sampah sembarangan, atau tak peduli siapa yang membuang sampah seenaknya. Mereka tak protes gajih yang mereka terima, jauh lebih kecil dari nilai UMK, atau mereka tak mengeluh di social media karena jam kerja yang sudah tak lagi mengenal waktu kerja. Yang mereka tahu, semangat "kebersihan adalah iman' harus diperjuangkan dalam kerja-kerja; menyapu dan membersihkan jalan yang kumuh karena sampah yang bisa jadi kita (yang ngaku care terhadap lingkungan dan merasa memiliki iman lebih tinggi) pelakunya. 

Dan mereka baru pulang, saat matahari benar-benar sudah tenggelam di bagian barat. Mereka jalan kaki menuju rumahnya atau dijemput suaminya meninggalkan 'tempat kerjanya' saat sebagian besar pejabat yang lain sudah menikmati teh hangat bersama keluarga tercintanya...

Terimakasih Pasukan Orange, Kalian pantas untuk berbahagia.
Selamat Pasukan Orange, sesungguhnya kalian yang lebih pantas mendapat Piala Adipura

 

MangSiHejo

___________
Dapatkan lintasan berita Subang via:

Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Twitter Update

Pedangdut Via Vallen dan Konsistensi Lagu Daerah https://t.co/33mftfbshA
Gubernur Anies: ASN Bukan untuk Dimusuhi tetapi Dibina https://t.co/Rtit2O2yEj
Maju dari Perseorangan, Endang Kosasih Data KTP Dukungan https://t.co/OpkB3dQTWk
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page