Demi Bantu Ortu, Syamsul Tak Malu Sekolah Sambil Dagang Gorengan

Syamsul Palela (19) siswa kela XII TSM I (Teknik Sepeda Motor) SMK Korpri Majalengka Adalah satu siswa yang memiliki semangat belajar ditengah situasi sulit kondisi keluarganya. Guna mengurangi beban hidup kedua orang tuanya Syamsul yang juga merupakan Aktivis  OSIS tersebut dengan berani berjualan gorengan disela-sela waktu istirahat sekolah.

Anak kedua pasangan Wahyudi dan Asih asal Desa Andir Blok Maniis Kecamatan Jatiwangi, setiap harinya membawa gorengan tak kurang dari 125 buah ke STM Korpri Majalengka. Dengan box khusus makanan, Syamsul masuk ke tiap kelas dengan gorengan seharga Rp2.000 hingga Rp2.500 perbiji.

Bukan hanya masuk ke ruang kelas untuk menjajakan gorengan sejenis Bakwan, Risoles maupun Pisang Goreng. Syamsul juga tidak canggung menjajakan gorengannya ke ruang Guru, ruang TU dan kelas-kelas lain dari Kelas XII, XI maupun kelas X.

"Dalam sehari saya membawa gorengan 125 biji yang saya ambil dari uwa. Dengan penghasilan kotor sebesar 250 ribu rupiah setiap harinya. Ungkap Syamsul seraya mengatakan dagangannya selalu habis setiap harinya.

Dengan penghasilan yang ia dapat, keuntungan dari jualan gorengan tersebut ia gunakan untuk meringankan biaya sekolah dan membantu orang tua. "Uangnya saya pakai untuk biaya sekolah, uang saku dan juga membantu orang tua," tuturnya lugu.

Respon positif terhadap keseharian Syamsul sebagai pedagang gorengan sekolah juga diapresiasi bukan hanya oleh teman-temannya di sekolah. Namun juga dari wali kelasnya yakni Yudhi Purnama, SS.

"Syamsul adalah anak yang beda dengan yang lain. Ia tidak malu banting tulang  dengan jualan keliling ke tiap kelas. Hebatnya setiap saya cek semua pembayaran keuangannya tak ada yang menunggak, uang bulanannya lancar bahkan saya cek bulan ini semua bentuk pembayaran milik Syamsul sudah lunas," katanya.

Sebagai wali kelas, Yudhi berharap Syamsul bisa melanjutkan cita-citanya hingga bisa masuk perguruan tinggi. Ia melihat semangat Syamsul dalam berwirausaha sangat tinggi, " ia tidak hanya jualan di sekolah, bahkan ketika ada kegiatan-kegiatan luar sekolah seperti Kemah, dan ekstra lainnya Syamsul juga standbye jualan di area kegiatan luar sekolah," terang Yudhi.

Sementara itu Wakasek.Kesiswaan Engkus Kuswara menyatakan, Syamsul adalah siswa yang kreatif, ia berjualan diwaktu-waktu istirahat. Secara pribadi ia sangat mengapresiasi dan merasa bangga, karena siswanya termasuk murid yang pantang menyerah, tidak pernah mengeluh dan rajin.

"Syamsul adalah siswa yang tidak mau menyusahkan orang lain, ia kreatif dengan berjualan gorengan yang ia ambil dari Uwanya, Syamsul adalah contoh bagi siapapun bahwa dimana ada kemauan disitu.ada jalan," pungkasnya. (Echa)


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 6
Banner Kanan 4
Banner Kanan 1
Banner Kanan 5

Twitter Update

Gelorakan Kemerdakaaan, Pemuda PUI Majalengka Bagi-bagi Bendera https://t.co/WLDug05D89
Demam Lukisan Jalan Mewabah di Kabupaten Subang https://t.co/IoMAIGY0NN https://t.co/IoMAIGY0NN
Pemkab Subang Udunan Benahi Pagar Rusak di Area Titik Start Road Race Asian Games https://t.co/WOXhtl2gCE
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page