Lebih Dekat dengan Kontestan Pilkada Subang; Dedi J-Budi Setiadi

Salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang adalah Dedi Junaedi-Budi Setiadi. Pasangan Perpaduan latar belakang keduanya Polri dan PNS ini diusung PDIP.

Dedi Junaedi merupakan mantan perwira menengah Polda Jawa Barat dengan pangkat terakhir Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol). Pria yang telah mengabdi selama 32 tahun di korps kepolisian ini merasa terpanggil untuk mengabdi di tanah kelahirannya, Subang, dengan maju menjadi calon bupati Subang 2018.

BERITA TERKAIT:
Lebih Dekat Dengan Kandidat Bupati Subang Imas Aryumningsih

Selama berkarier di kepolisian, Dedi Junaedi pernah menerima penghargaan dari Presiden Indonesia atas jasa pengabdiannya. Tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Indonesia ini menunjukkan bahwa selama menjadi abdi negara, Dedi Junaedi tidak pernah cacat hukum dan melanggar kedisiplinan.
Tegas, aktif, dan agamis

Di balik karakternya yang tegas sebagai abdi negara, putra dari pasangan Mustofa (alm) dan Ernasih ini kerap aktif di Ikatan Remaja Masjid di lingkungan Masjid Jami Assalam Subang. Selain itu, putra asli Subang ini juga merupakan penggembala kambing ketika ia masih kecil.

Sejak kecil, Dedi Junaedi dikenal sebagai anak yang aktif dan peduli terhadap lingkungan sosial. Saat muda, ia sering menjadi panitia peringatan Kemerdekaan Indonesia dan berbagai perlombaan yang diadakan di daerahnya. Bahkan, ketika masih menjadi Perwira Pertama, Dedi Junaedi pernah ditugaskan membantu tim lomba antardesa Provinsi Jawa Barat.

Selama mengemban amanah di kepolisian, ia pernah menjalankan berbagai tugas di antaranya Pejabat Utama sebagai Kepala Bidang Hukum Polda Jawa Barat tahun 2012-2016. Dia juga merupakan anggota kehormatan makom ALBAB Pondok Pesantren di Cirebon pada 2016, serta anggota kehormatan Pondok Pesantren Miftahul Huda pada 2016.

Pria yang pernah menjadi anggota DPRD Bogor dari Fraksi TNI/Polri tahun 2002-2004 ini merupakan alumni Diklat Pim I Lembaga Aparatur Negara Indonesia XXIII tahun 2008.  Di mata Dedi, seorang pemimpin harus memiliki ketegasan bersikap, taat pada aturan, dan memprioritaskan kepentingan masyarakat dibandingkan pribadi atau kelompok. Ia juga mengatakan, jiwa kepemimpinan dan kenegarawanan menjadi prioritas utama yang perlu didorong agar Subang dapat keluar dari segala masalah yang saat ini terjadi.

Sementara Wakilnya, Budi Setiadi merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejati. Sejak 1987, pria kelahiran Tasikmalaya ini mengawali kariernya sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Saat itu, ia ditugaskan di bagian staf Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Kemudian, Budi Setiadi dipromosikan menjadi Kepala Urusan di pemerintahan Kecamatan Compreng dan Kepala Subbagian Keagrariaan dan Perizinan Sekretariat Daerah Kabupaten Subang.

Dari sana, karier Budi Setiadi kian meroket hingga akhirnya dipercaya menjadi Camat Kalijati, Kabupaten Subang pada 1997-2000. Setelah berhasil memimpin Kecamatan Kalijati, Budi Setiadi kembali dipercaya sebagai Camat. Namun, kali ini ia dipercaya menjadi Camat Pamanukan, Kabupaten Subang.

Puncak kesuksesannya sebagai PNS adalah saat ia dipilih sebagai Kepala Bidang Arsip Statis Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispuspida) Jawa Barat. Kendati demikian, ia rela menanggalkan status PNS-nya untuk maju di Pilbup Subang 2018 sebagai calon wakil bupati.

Alasannya maju di Pilbup Subang 2018 adalah ingin mengamalkan ilmu serta pengalamannya selama ia berkarier di ranah birokrasi dan pemerintah. Pria lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri itu berkomitmen untuk melakukan pembenahan birokrasi yang menjadi modal besar dalam membawa Kabupaten Subang disegani daerah lain.

Salah satu panutan pria yang pernah mengenyam pendidikan di FISIP Unpad ini dalam memimpin Kabupaten Subang adalah mantan Bupati Subang 1993-1998 Abdul Wachyan yang dikenal sederhana dan merakyat. Kiprahnya di birokrasi dan pemerintahan memang tidak diragukan lagi. Budi Setiadi telah menjadi PNS selama 30 tahun.

Selama itu pula ia mendapatkan berbagai penghargaan di antaranya penghargaan pengabdian selama 10 tahun dari Bupati Subang pada 1997. Kemudian pada 2014, Budi Setiadi mendapatkan penghargaan Satya Lencana 20 tahun dari Presiden Republik Indonesia, dan penghargaan sebagai PNS Teladan dari Gubernur Jawa Barat.

Di luar kesibukannya sebagai abdi negara dan pelayan publik, ia menyempatkan diri berbagi ilmu dengan menjadi dosen tidak tetap di Universitas Subang. Selain itu, pria yang tinggal di Kelurahan Pasirkarembi, Kabupaten Subang ini juga mengelola Yayasan Pendidikan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.***



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Pagelaran Kolosal Tematik Pelajar, PERANG BATHIN, 17 Maret di Aula Pemkab Subang https://t.co/3RD7awHypj
6 Tanda Sahabatmu Akan Jadi Pelakor di Kehidupanmu https://t.co/7fZlYutsON
Puluhan Seniman Majalengka Gelar 'Pameran Perupa Rupa Rupa' https://t.co/PUXwNEwyNA
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page