Follow us:

Tinggalkan Seni Tato, Pemuda Subang Garap Bottle Painting yang Bernilai Seni Tinggi

Ada ragam cara seseorang untuk mengembangkan kreatifitasnya. Di tangan Bastian Riyadh, barang-barang bekas tak bernilai mampu diubah menjadi sebuah karya yang memiliki nilai jual tinggi

BERITA TERKAIT:
Hj. Lia Yulianingrum, Juara 1 Lomba Pemilihan Guru Inspiratif Een Sukaesih Award
Polisi Ganteng ini Rela Gajinya Diberikan untuk Batita Tanpa Anus dan Jantung Bocor
Wawan Suherman, Sang Pelopor Pecinta Satwa dari Majalengka



Menempati sebuah ruangan sempit dan gelap bagian belakang kediamannya di Gg Tongkeng, Kelurahan Cigadung, Subang, Bastian Riyadh menggoreskan cat pada sebuah botol bekas beraneka ukuran. Malam hari, bagi Bastian adalah waktu yang tepat untuk menuangkan karya-karyanya. "untuk satu botol, paling cepat tiga hari. Tapi semua tergantung tingkat kesulitannya," kata Bastian memulai pembicaraan dengan TINTAHIJAU.com

Keahlian Bastian melukis pada botol dimulai saat dirinya menghabisikan waktu di Wisma Karya Subang. Saat asik menikmati segelas kopi hitam, matanya diinterupsi dengan botol yang berserakan di sudut Gedung Sejarah tersebut. Nalurinya mulai bangkit, dia memungut botol-botol itu untuk dibawa pulang. "Awalnya saya miris lihat botol berserakan di Wisma Karya. Akhirnya saya pungut, sampai orang-orang bilang nyinyir ke saya, mereka bilang saya pemulung," katanya

Kemahiran di dunia lukis yang diwariskan dari ayahnya itu, terjaga baik pada diri Bastian.Sesampai di rumah, botol bekas itu mulai dia mainkan, melukis sebuah pemandangan indah. "Waktu itu, ada teman datang, dan dibeli. Katanya bagus. Dari mulut ke mulut, akhirnya banyak yang pesan," ujarnya

Sudah ratusan botol yang dia buat.Kebanyakan, lukisan karyanya itu dipesan warga dari sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya tidak terkecuali dari Subang dan Kabupaten/Kota tetangga. Untuk karya lukis Bottle Painting Bastianm diharga dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. "Biasanya tergantung kerumitan dan ukuran botol. Ini yang terkecil, ada yang minta Rp2 juta, tapi tidak saya kasih," jelas Bastian sambil menunjukan lukisan dalam botol minyak angin ukuran kecil.

Menggeluti di bidang Seni Luki Bottle Painting dimulai sejak 2016 lalu. Sebelum terjun di bidang ini, Bastian sebelumnya sebagai seniman tato dan tukang potong rambut. "Awalnya membuat Tato, tapi nurani saya kurang sreg, akhirnya saya hijrah. MUlai dari nol. Gak apa-apa sedikit tapi berkah," tuturnya.





Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Twitter Update

Ribuan Santri Subang akan Dzikir dan Do'a Bersama untuk Jokowi dan Keutuhan NKRI https://t.co/nrMsGQgc3A
Fraksi Absen di Paripurna, Sekjen PDIP Subang: Mereka Sakit https://t.co/2RyhtZEADX
Kecanduan ML, Pemuda Asal Subang ini Alami Masalah Serius pada Matanya https://t.co/JeeKSfKD02
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page