Niskala Riksa, Penari Jaipong Cilik dengan Segudang Prestasi

Niskala Riksa Sunda Silviadi, tampak lincah menari di hadapan penonton pada peringatan Hari ANak Nasional di Kampus Universitas Subang (Unsub) beberapa waktu lalu.

Saat menari tradisi, Jaipongan, Nay terlihat cantik dengan baju tradisional Sunda dan selendang di pinggangnya, menampilkan tarian khas Jabar, Jaipongan. Meskipun usianya belum genap tahun, namun penampilannya sukses membuat yang melihatnya terkagum.

TINJAU BERITA LAIN:
ARD Terima Penghargaan dari Asosiasi Pengusaha Korea Garmen (KOGA)
Linda Megawati Dinobatkan sebagai Perempuan Berprestasi
Novi Sri Mahendra, Guru Cantik dari Patokbeusi Subang

Nay, nama panggilan putri dari Pasangan EVi Silviadi-Noviyanti ini. Usianya genap 6 tahun pada 16 November mendatang. Namun siapa sangka, jika prestasi Nay cukup membanggakan. Tidak hanya untuk orang tuanya, tapi bagi sekolah dan Kabupaten Subang.
"Nay mulai belajar menari usia 2 tahun," kata ibunda Nay, Noviyanti.

Darah menari tradisi Noviyanti mengalir deras ke putri pertamanya itu. Novi, yang juga mengelola sanggar tari Nay Sunda di Jl. Sukarahayu timur Gang Hebras No. 7 RT. 87/24, Kelurahan Karanganyar, Subang, mengajar tarian tradisi untuk anak-anak kecil. "Nay ini awalnya melihat, terus ikut-ikutan menari. Dan alhamdulillah, dia mudah dan bisa mengikuti gerakan," cerita Novi

Tidak hanya di momen Hari Anak, Nay menari. Sudah banyak acara, Nay menari di depan penonton. Aplaus dari penontontpun menggema. Bukan saja karena usianya yang masih dini, tapi Nay sukses menari tradisi layaknya orang dewasa. Wajar, meski usianya belum genap 6 tahun, namun dia sudah sukses menoreh prestasi.

Salah satu prestasi yang sudah diaperoleh adalah Juara 1 lomba tari klasik Sunda tk. TK seKabupaten Subang 2015, penari tunggal Gebyar Bhineka Tunggal Ika kab. Subang 2016, penari tunggal pembukaan MMA tk. Nasional 2015, penari tunggal pembukaan Liga Nasional Muaythai 4 Piala Wapres 2016, penari tunggal pembukaan workshop & seminar bianis internasional 2016
6. Penari tunggal pembukaan Muaythai one night internasional Championshif 2017, dan penari tunggal acara pembukaan piala presiden seni ketangkasan laga domba 2017.

Keberhasilan Nay yang belajar di TKIT Al-Furqon, membuat senyum Kepala TKIT Nina Kurniasih mengembang. Di mata Nina, Nay ini merupakan aset masa depan khususnya di bidang kesenian tradisional. "Alhamdulilla ya,dia sudah mengangkat nama sekolah. Jarang sekali usia Nay, bisa menangkap gerakan dan mempraktekannyam" kata Nina.

Kepiwaian Nay dalam menari tradisi dan prestasi yang sudah dicetak Nay, Nina berharap menjadi motivasi bagi teman-teman di sekolahnya. "Buat teman-teman yang lan, ini harus jadi motivasi. Dia memiliki kemampuan yang berbeda. Di sekolah juga dia gaul, dengan gurunya sopan," jelasnya


Dia berharap, kemampuan Nay di bidang seni tradisi ini tetap terjaga saat dewasa nanti. "Dia ini aset, saya berpesan dia tetap menari sampai dewasa nanti. Nay bisa jadi pewaris dan penjaga seni tradisi ini.


Dapatkan lintasan berita Subang via:

Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Banner Kanan 1

Twitter Update

Pesantren Darunnajah Jadi Tuan Rumah Kunjungan Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan https://t.co/6eoelIh1DI
Banjir di Perumahan Surya Cigadung Subang https://t.co/qcnW69W19C
Sambut Hari Guru, Ribuan Pelajar dan Guru Jalan Kaki 10 Km https://t.co/fAkIV1Q8Qr
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page