FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Foto Heroik Saat Rakyat Subang Bertempur Melawan Penjajah

Setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 di Lapangan Benteng Pancasila atau alun-alun ditampilkan drama teatrikal yang menceritakan perjuangan warga Subang dalam mempertahankan dan menggempur penjajah dari Belanda dan Jepang.

Drama kolosal ini ditampilkan puluhan anak-anak SMK berkolaborasi dengan TNI AU Lanud Suryadharma Kalijati. Jalan cerita dan perlengkapan drama dengan melibatkan Meriam, Pesawat dan kendaraan TNI AU membuat ratusan warga berdetak takjub dan mendapat aplaus gemuruh.

Diceritakan, saat warga Subang menjalankan aktivitasnya secara tiba-tiba didatangi pasukan dari Belanda. Tanpa rasa kemanusiaan, mereka langsung menghabisi dan merampas harta benda warga. Tentu saja, missi penjajah ini untuk menguasai tanah Subang yang subur dengan aneka potensi.

Tidak lama dari situ, tentara Jepang masuk ke Subang. Dengan dalih membantu, mereka menumpas penjajah Belanda dan berhasil menguasai Subang. Dasar penjajah sukses menguasai Subang, mereka lantas membasmi warga pribumi tanpa ampun.

Merasa dibohongi, warga membuat kekuatan. Salah satunya dengan menjadikan daerah Kalijati sebagai pangkalan mereka. Strategi dan semangat warga Subang ini menemui hasil gemilang. Penjajah berhasil dipukul mundur. Pada saat yang sama, Presiden Soekarno dari Jakarta mengumumkan kemerdekaan Indonesia lewat naskah Proklamasi.

Ekspresi kebahagiaan warga ditunjukkan dengan turun ke jalan dan bersorak sorai merayakan kemerdekaan. Bahkan warga membawa empat Sisingaan sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap penjajah. Hal ini bermakna ejekan dan pelecehan terhadap lambang kebanggan kaum kolonialis tersebut. Demikianlah makna tersebut masih menjadi interpretasi simbol sisingaan di kalangan warga Subang hingga kini. Simbol boneka singa yang diduduki anak kecil dapat ditafsirkan sebagai cerminan budaya anti kolonialisme dalam masyarakat Subang.

 

 

 

 

Follow twitter @tintahijaucom l like page FB Berita Tintahijau