FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Bagi warga Subang, makan nasi timbel dengan konsep lesehan sangatlah biasa. Namun untuk melengkapi destinasi wisata kuliner di Subang Kota, Warung Angkringan Papah Muda dengan suguhan menu klasik khas Jawa patut menjadi referensi wisata kuliner bersama kolega.

Warung Angkringan Papah Muda hadir pada 29 Januari 2016 lalu di Jl. Katamso Subang. Dengan andalan menu tradisional dan konsep klasik serta suasana rileks, membuat Warung Angkringan ini tidak sepi dari konsumennya. Dalam perjalanannya, Warung Angkringan ini tidak lagi mampu menampung pelanggan.

Menginjak bulan kesembilan, Warung Angkringan Papah Muda itu, kini menempati lokasi baru di Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 5 Subang atau sebelah lampu merah Shinta. Banyak perbedaan dibanding di lokasi sebelumnya. Tentu saja, perbedaan itu akan membuat konsumen yang datang semakin betah berlama-lama nangkring di sana.

"Secara tempat, tentu saja sekarang lebih luas dan lebih nyaman. Kalau menu, kita ada penambahan-penambahan, seperti lotek kucur, nasi pecel maiun, sayur asem, ikan asin dan lainnya," kata Owner Angkringan Papah Muda, Ichsan Sandy

Penambahan menu makanan berat itu melengkapi menu sebelumnya, seperti Sego Uduk, Opor Ayam, Balado Telor, Oseng Kulit, Semur jengkol, Semur Tahu Cabe Hejo, Leunca Oncom, Perkedel Kentang, Sate Telor Puyuh, Sate Ceker, dan lainnya.

Penambahan lain untuk makanan ringan. Jika sebelumnya hanya ada Tempe Mendoan Papah, Cau Goreng Papah dan Bakwan Papah, kini Angkrigan Papah Muda melengkapinya dengan roti bakar, pisang bakar dan molen bakar.

Sementara di barisan menu minuman, selain aneka kopi nusantara, seperti Kopi Nusantara; Aceh Gayo, Maindailing, Sidikalang, Kintamani, Flores, Papua, Toraja, dan Kopi Racik, kini dilengkapi dengan susu murni dan es kelapa.

"Kita gunakan sistem prasmanan. Konsumen dibebaskan ambil makanan sesuka hati. Kecuali untuk menu minuman yah," kata Ichsan sambil tertawa.

Bukan hanya menyuguhkan konsep makan khas saja, tempat ini didesain sangat menarik dengan ornamen khas Jawa. Dari mulai desain dinding, sampai tempat makanan dan kasir warung. Tentu saja ornamen-ornamen itu disesuaikan dengan asal Warung Angkringan. Sambil menikmati sajian, konsumen yang datang juga akan dibuat nyaman dengan musik klasik.

Namun begitu, konsumen dijamin tidak bakal mendapati wiFi seperti lainnya. Bukan tanpa alasan, Ichsan menjelaskan, kadang, dengan asilitas wiFi konsumen justru lebih enjoy dengan gadget-nya ketimbang interaksi dengan lainnya.

"Sengaja kita tiadakan. Dengan begitu konsumen bisa interaksi dengan lainnya. Dan untuk penggantinya, kita siapkan catur, ular tangga dan conglak," katanya.

Selain perbedaan tempat dan penambahan menu, jam buka Warung Angkringan Papah Muda kini lebih awal. Mereka sudah melayani konsumen sejak pukul 11.00 WIB-02.00 dinihari. "Sekarang kan kita ada pusat kota, banyak perkantoran di sini. Saya kira, kalau bukanya sore, kasian mereka,"

Nah, bagi Anda yang ingin menyantap penganan dengan menu dan konsep menyenangkan, Warung Angkringan Papah Muda menjadi referensi dan bakal menjadi kuliner fa vorit bersama kolega dan keluarga.


Follow twitter @tintahijaucom | FB: Berita Tintahijau