FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Cara Pekerja Hiburan Malam Subang Siasati Libur Puasa

Sri Wulandari, salah seorang pemandu lagu di salah satu lokasi karoke di kota Subang, Selasa sore, 9 Juli 2013, mengatakan, bahwa selama karoke tempatnya bekerja tutup, dia istirahat penuh di rumah.

Lalu, buat menyiasati biaya hidup selama jeda bulan Ramadan, Sri mengaku, sudah sedia payung sebelum hujan. "Sebelum bulan puasa tiba aku nabung dari hasil uang tips dan gaji," katanya.

Ia mengaku, dalam semalam dirinya bisa memperoleh uang tips minimal Rp 200 ribu, tapi, kalau lagi ramai bisa dapat Rp 1 juta semalam. "Aku rasa hasil tabungan itu cukup buat bekal selama bulan puasa," imbuhnya.

Lain Sri lain pula dengan yang dilakukan Ratih Ayu. Perempuan asal Kabupaten Indramayu yang kini bermukim di Subang itu mengaku selama jeda Ramadan di tempat kerjanya dia memilih pergi ke kota besar Medan atau Jakarta."Di Medan dan Jakarta meski pun bu lan puasa masih banyak tempat hiburan yang buka. Jadi aku cari duit saja di sana," ujar Ratih.

Bekerja di tempat hiburan malam di luar Subang selama buan puasa justru membuat koceknya bertambah tebal. "Penghasilannya bisa dua kali lipat, nominalnya bisa antara Rp7 hingga Rp10 juta," ujar perempuan yang mengaku masih gadis itu. "Setelah dekat waktu lebaran baru aku pulang kampung."

Pemkab Subang dengan tegas memang melarang semua aktivitas seluruh tempat hiburan malam yang ada di daerahnya selama sebulan penuh saat Ramadan dengan alasan untuk menjaga kesucian, ketertiban, keamanan dan kenyamaan bulan Ramadan. [nanang sutisna]

 

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Lokasi SIM Keliling untuk Wilayah Bandung, Selasa 22 September 2020 https://t.co/ndKpJbzyko
Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah, Ini Daftar Lengkapnya https://t.co/BLXJl1Mh5g
Dentuman Misterius Juga Pernah Terjadi di Luar Negeri https://t.co/N9XHkYlmhO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter