Kisah Mengerikan di Jembatan Gantung Cikaum



Dari pantauan, sasak berbahan anyaman bambu itu kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bantalan jembatan yang terbuat dari kayu terlihat lapuk dan anyaman kawat penyangga jembatan (sling kawat) mulai berkarat. Kondisi jembatan berpotensial membahayakan para penyeberang. Jembatan itu melintang di atas Sungai Ciasem sepanjang 120-an meter dengan lebar 1,5 meter.

“Orang-orang lebih banyak milih jalur lewat sini, karena lebih dekat. Soalnya kalau lewat jembatan Bendung Macan Pangadungan Desa Sindangsari jalannya harus berputar, jadi lebih jauh. Karena sering dilewati warga, jembatan jadi cepat rusak, makanya sudah beberapa kali diperbaiki,” kata warga sekitar, H. Ayat kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (2/4/2013).

Menurut Dia, jembatan gantung itu sudah ada sejak 30 tahun lalu yang dibangun dengan modal pribadi. Namun belakangan, keberadaan jembatan itu menjadi ramai dilewati oleh masyarakat dan para pengguna roda dua karena merupakan jalur alternatif (akses) terdekat yang menghubungkan Kecamatan Cikaum dengan Pagaden Barat dan sekitarnya.

“Biasanya warga atau pengendara yang lewat sini suka memberi sumbangan secara sukarela, besarnya macem-macem,  dari mulai mengasih seribu rupiah sampai 5 ribuan rupiah. Uang sumbangan itu ditampung di kotak amal yang sudah disediakan, nantinya dipergunakan untuk memperbaiki kerusakan," jelasnya. [Warlan putra]

 


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Antisipasi Dini Bencana, Tagana Subang Goes To School https://t.co/0L2fs2Cndr
Embat Motor di Pasar Malam, Warga Cirebon Babak Belur Dihakimi Massa https://t.co/hIsqTPOIXV
Pemuda asal Majalengka Masuk 3 Besar Pemuda Pelopor Tingkat Jabar https://t.co/eYsdTz1Zwa
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page