FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Job Manggug Sepi, Seniman di Majalengka Kembali Berkebun

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada terbatasnya aktivitas warga. Keadaan memicu, diantaranya, seniman harus banyak di rumah karena nihil job mkanggung.

Minim job manggung, namun tidak berdampak minimnya ide dan kreativitas. Padepokan Kirik Nguyuh misalnya, mereka tetap berkarya lewat jalur lain, yakni kembali ke tanah dan berkebun.

Dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar Padepokan di Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Majalengka mereka berkebun aneka jenis sayuran. Mereka menyebutnya sebagai mini pertanian terpadu

BERITA LAINNYA:

Manfaatkan Lahan 3200 Hektare, Subang Bakal Jadi Pusat Ketahanan Pangan

Berkebun Hidroponik, Tetap Produktif di Tengah Pandemic

Polisi Subang Berkebun Hidroponik, Hasilnya Dibagikan untuk Warga


"Sejak adanya pandemi beberapa tawaran job panggung pun hilang namun kami gak pesimis kami punya tekad berdaya di tengah pandemi dengan mini pertanian terpadu ini" Ujar pengelola Saung Paranje Padepokan Kirik Nguyuh, Ayu Maemun.

Ayu menjelaskan bahwa konsep pertanian terpadunya masih bersifat mini karena ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan ditata kembali. Selain ditanami sayuran, dalam mii pertanian itu terdapat tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat herbal. "Selama tiga bulan ini, kami sudah menghasilkan varian sayuran, dari mulai kangkung, bayam merah, bayam, pakchoi, sawi dan sebagainya," jelas Ayu

VIDEO PILIHAN: Jadi Petani Milenial di Jabong Hydro Farm Subang...


Selain untuk mengisi keksosongan di sela sepinya job manggung, dengan mini pertanian, sebagai bagian dari ikhtiar dalam menjaga ketahanan pangan dalam komuitas kecil.

"Untuk sekarang baru dibagi-bagiin ke warga, belum ada rencana untuk ke arah distribusi juga, karena ya sebagai bahan testi aja masyarakat, kan kadang orang gak bisa ngebedain mana sayuran organik dan seperti apa sayuran organik itu" pungkas Ayu.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ketua Satgas Corona: Carrier Jauh Lebih Berbahaya Daripada Corona https://t.co/wM8EzFOQv0
Acha Septiasa Sempat Dikarantina 2 Kali, Ini Kisahnya https://t.co/Y3z0G4rzyD
Teknologi Biometrik Buatan Anak Bangsa Ini Tembus 25 Besar Terbaik Dunia https://t.co/D0Jm0hbcEc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter