FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Bank Sampah, Solusi Masalah Sampah Warga Banjaran Majalengka

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Soal sampah banyak masyarakat beranggapan sampah merupakan barang yang tidak berguna. Namun di tangan pemuda Desa Banjaran, Kabupaten Majalengka, sampah menjadi suatu hal yang bernilai ekonomi.

Dengan konsep Bank Sampah, sejumlah pemuda Banjaran berinovasi memanfaatkan sampah sebagai sesuatu yang produktif. Tidak hanya benilai rupaih, tapi bisa menciptakan lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Gagasan ini, bermula dari keprihatinan pemuda setempat dengan banyaknya sampah di lingkungan mereka. Bahkan, sungai yang ada di wilayah mereka, yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong dan mandi, kini kotor dan bau.

"Saya merasa miris dulu sungai di Banjaran Hilir itu bersih, enak buat nongkrong, buat mandi, sekarang boro-boro nongkrong, sekarang merasa jijik, bau, karena sampah dimana-mana," kata salah seorang pemuda Banjaran, Gelar S Ramdhani.

Di satu sisi, kata Gelar, warga tidak memiliki tempat sampah. Sehingga sungai menjadi solusi bagi warga setempat untuk membuang sampah.

Masalah sampah ini membuat Gelar memutar otak. Lewat aplikasi youtube, gelar mencari referensi soal penanganan sampah. Dari banyak pilihan, Gelar memilih konsep Bank Sampah sebagai solusi.

Konsep Bank Sampah ini, jelas Gelar, warga dalam dua minggu sekali mengumpulkan atau menyerahkan sampah nonorganik ke Bank Sampah. Sampah-sampah dari warga ini kemudian ditimbang dan dicatat.

"Sampah-sampah mereka kita beli. Jadi setiap dua minggu sekali mereka setor, kita kilo dan catat, setelah sudah cukup banyak kita baru bayar. Jadi enggak cash, kita kumpulkan dulu. Alhamdullah sampai sekarang sudah ada 60 nasabah" terang Gelar

Sampah yang sudah masuk di Bank Sampah selanjutnya dijual ke pengepul barang bekas. "Sementara ini kita baru menjual lagi ke pabrik. Belum dijadikan produk. Mudah-mudahan ke depan kita punya alatnya, jadi bisa mengolah sendiri," kata Gelar

"Saya berharap melalui program Bank Sampah ini dapat mendorong terwujudnya budaya baru di masyarakat yang tidak lagi membuang sampah ke sungai" Pungkas Dokter Gigi itu.

Inovasi Bank Sampah Desa Banjaran ini, mendapat apreisasi dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Wakil Bupati Tarsono D Mardiana bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup datang ke Bank Sampah untuk meninjau ide kreatif Gelar Cs

Tarsono mengatakan dengan adanya program pengelolaan sampah seperti ini mampu mengangkat indeks pertumbuhan manusia juga sebagai nilai edukasi bagi masyarakat sekitar.

"kegiatan Bank Sampah yang ada Banjaran Hilir ini terus berjalan, sehingga dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya dalam hal pengelolaan sampah, kemudian masyarakat harus tahu bahwa sampah plastik itu apabila dibuang sembarangan akan merusak lingkungan karena sulit terurai, bahkan hingga ratusan tahun, melalui Bank Sampah merubah sampah menjadi berkah karena dapat bernilai ekonomi," kata Wakil Bupati Majalengka.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.





TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, 9 Pasien Covid-19 di RSUD Cideres Berangsur Membaik https://t.co/4EARTLNs6A
Dari Majalengka, AKP Wafdan Muttaqin Jabat Kasat Reskrim Subang https://t.co/XP8rSGKdiq
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Subang, Pada Senin 10 Agustus 2020 Bertambah Dua Orang https://t.co/T2YsqFTzTn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter