FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ratusan Guru Kenang Masa Dulu di Kampung Bolang Cibuluh Subang

Sekitar 100 guru TK dari berbagai daerah di Jawa Barat, mengikuti acara "Mulangkeun Paninieungan di Kampung Bolang" Desa Cibuluh Kecamatan Kabupaten Subang, Sabtu (10/11/2018).

Melalui acara yang digagas kerjasama Kilinik Basa dan Komunitas Hong, para guru TK dikenalkan dan mendapat pembelajaran serta langsung memainkan beberapa permainan dan olahraga tradisional. Selain "bermain" di daratan, para guru juga diajak main air di Sungai dan Kolam, diakhiri dengan menyantap hidangan khas pedesaan.

Rombongan tiba di Kampung Bolang 1 disambut iringan angklung yang dimainkan ibu ibu warga setempat. Kemudian mereka menyusuri hamparan sawah, begitu masuk area Sanggar Budaya Kampung Bolang disambut Tutunggulan.

Mereka istirahat sejenak, lalu Mang Ako yang menjadi "Komandan Lapangan" didukung beberapa Instruktur dari Komunitas Hong mulai mengenalkan dan memeragakan berbagai permainan tradisional, seperti Salam Sabrang, Surser, Perepet jengkol, dan babalonan serta momonyetan Sarung. Sejumlah guru pun langsung turun ke area bermain, memainkan langsung berbagai permainan tersebut diiringi musik tradisional kendang dan kecapi.

"Para guru diajak main berbagai permainan. Ada yang menggunakan sarung seperti paparahuan, kukuyaan, babalonan sarung dan momonyetan. Selain itu mencoba mainan bedil jepret , rorodaan, kelom awi, sareng pedang letak," ujar Cecep seorang Instruktur.

Dia mengatakan setelah itu, para guru diajak bermain air yaitu di sungai memainkan sasak oyag, papalidan, dan papancakan. Kemudian terakhir di kolam ngogobyag ikan atau menangkap ikan tanpa alat, menggunakan tangan. "Para guru basah basahan di sungai dan kolam," ujarnya.

Seusai "bermain" para guru menyantap hidangan berbagai makanan khas sunda. Dari berbagai hidangan ada menu yang termasuk sudah jarang disajikan, yaitu olahan masakan kembang pepaya dan jantung pisang.

Zaini Alif selaku pemilik Komunitas Hong dan Hong Bolang mengatakan tujuan kegiatan yaitu para guru TK mengikuti proses belajar berbasis nilai tradisi. Mereka dikenalkan bukan hanya teori tetapi praktek dan memainkan langsung setiap permainan tradisionalnya. "Dengan mengalami bermain langsung, kami berharap para guru bisa lebih mudah dan paham saat mentranmisikan permainan dan nilai nilainya kepada siswa dimana mereka mengajar," ujarnya.

Dikatakan Zaini, para guru akan lebih mudah menyampaikan maupun menarik minat para siswa bila mereka sudah merasakan atau memainkan langsung permainan tradisionalnya. "Jadi guru yang menginisiasi, mereka menguasai dan paham saat menyampaikan kepada anak didiknya karena sudah pernah memainkannya langsung.

Sesuai tema acara mulangken panineungan di Kampung Bolang, peserta diajak memainkan permainan tradisional sambil panas panas dan basah basahan di sungai dan kolam. Suasananya khas alam pedesaan dan hidangannya menu khas Kampung Bolang," ujarnya.


FOLLOW SOCMED
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1

Twitter Update

Antrean Membeludak, Subang Jadi Fokus Pantauan Ombudsman Soal PPDB SMA https://t.co/ZJ2gFYc3Bu
Polemik Keberangkatan Haji dan 'Mati Suri' Bandara Kertajati Majalengka https://t.co/jovd5w8ugC
Hari Jadi ke-529 Majalengka, Dari Membangun Daerah Menuju Daerah Membangun https://t.co/IUqxx9CbtC
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page