FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Di Ruang Terbatas, Napi Subang Berkreativitas Tanpa Batas

TINJAU SUBANG- Selasa (16/12/2014) siang cuaca Subang berawan. Sekelompok anak-anak muda tak henti-hentinya membawa sejumlah lagu dari sebuah panggung hiburan di halaman perkantoran Pemkab Subang.

Ada dua group musik dengan aliran berbeda, pop dan dangdut, tak hentinya menghibur di event peringatan hari AIDS sedunia di Subang. Kendati begitu nama dua group musik itu sama; Kelabang atau Keluarga Lapas Subang.

Satu persatu lagu-lagu diluncurkan. Tidak hanya berbahasa Indonesia, mereka juga mahir membawakan lagu bahasa Inggris. Mereka yang hadir terdecak kagum dengan aksi mereka. Maklum saja, mereka adalah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Subang, yang ruang lingkupunya terbatas.

"Meski dalam ruang terbatas, kita terus berkreativitas, kita ingin menunjukkan eksistensi kita ke dunia luar," kata salah seorang anggota Kelabang Entertainmen, Tarno dari atas panggung.

Tidak hanya dangdut dan pop, anak-anak lapas ini sukses membawakan aliran musik reage dan musik Islami, marawis. "Mereka berlatih setiap minggu, alhamdulillah kita punya alat musik sendiri," ujar kepala Keamanan Irfan Ibrahim Sofan. Kepala Lapas Subang Budi Sarwono mengatakan kegiatan warga binaan di Lapas yang dipimpinnya bukan saja di musik, tapi di bidang ketrampilan dan berwirausaha, seperti membuat pertanian, kehutanan, perkebunan, rotan, seni lukisan, menjahit dan lainnya.

"Bakat-bakat yang ada pada anak-anak kita salurkan. Sehingga ketika mereka bebas, mereka tidka canggung berbaur di masyarakat dan sudah memiliki ketrampilan," katanya.

Budi memaparkan, dari sekian banyak "produk" warga binaan itu, produk Rotan yang dijual keluar. Hebatnya, kwalitas rotan buatan warga binaan ini digemari oleh masyarakat sekitar. Bahkan pihak Lapas kewalahan memenuhi permintaan.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa nambah wawasan sehingga ini jadi bekal saat dia bebas dan bisa mengembangkan saat dia keluar," terangnya.

Ketrampilan yang dimiliki warga binaan ini menjugkir balikkan stigma negatif masyarakat terhadap lapas. Namun begitu diakui Budi karena ruang lingkup mereka dibatasi oleh dinding.

"Karen ada tembok yg menbatasi, sehingga masyarakat dicap negatif jelek, padahal nyatanya tidak semuanya seperti itu," pungkasnya.

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Klas II A Subang sebanyak 840 orang. Dari jumlah tersebut didominasi kasus Narkotka, hampir separuh dari jumlah napi yang ada di hotel prodeo tersebut. [Annas nashrullah]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Aneh Bin Ajaib, Pohon Pisang Tumbuh di Dahan Pohon di Area Pemakaman https://t.co/WmOzWUkNAy
Inilah Alasannya Kenapa Pria Menyukai Payudara Wanita https://t.co/V597E2kgNZ
Temuan Fosil Ungkap Fakta Bahwa Dinosaurus Berjalan Mirip Ayam https://t.co/6aWFgZ4Xj7
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter