FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mengejutkan, Ini Hasil Evaluasi Kegiatan Belajar Tatap Muka di Subang



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Pertengahan Agustus lalu, tidak sedikit sekolah menggelar belajar tatap muka. Selang sepekan berikutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran pelaksaan belajar tatap muka

Meskipun banyak orang tua murid berharap pelaksanaan belajar tatap muka segera digelar, namun tidak sedikit wali murid khawatir menjadi bomerang. Mengingat kondisi covid-19 di Subang masih fluktuatif.

Salah satu sekolah yang dengan tegas menyatakan belajar tatap muka dimulai, salah satunya ada SDIT Alamy. Sejak 16 Agustus, SDIT Alamy sudah menggelar TPM terbatas.


BERITA TERKAIT:
Wabup Subang: Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Dengan Prokes Ketat
Gelar Belajar Tatap Muka, Ini 12 Poin untuk Wali Murid SDIT Alamy Subang
Khawatir Dampak Buruk Gadget, SDIT Alamy Subang Gelar Belajar Tatap Muka




Meskipun beresiko, menggelar tatap muka menjadi solusi SDIT Alamy dengan penerapan protokol kesehatan super ketat. Bahkan SDIT Alamy menyusun SOP baik untuk seklah, siswa dan orang tua siswa

Kepala SDIT Alamy Subang, Ramdan Hamdani memaparkan sejumlah pertimbangan dengan dilaksanakannya belajar tatap muka. Beberapa diantaranya adalah pola pembelajaran secara daring full tidak maksimal karena anak usia SD masih membutuhkan interaksi dan sentuhan langsung dari guru.

"Mereka juga masih membutuhkan interkasi sosial secara langsung dengan teman-teman nya. Bahkan, aktivitas bermain dengan teman sebaya  sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental anak" kata Ramdan

REKOMENDASI:
Kepala Dinas Dikbud Subang Berharap Belajar Tatap Muka Segera Digelar 100%
Kampus STIESA Subang Segera Gelar Kuliah Tatap Muka
Ribuan Sekolah di Majalengka Gelar Belajar Tatap Muka




Sudah satu bulan Belajar Tatap Muka digelar. Dari evaluasi dan kajian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, menghasilkan kabar menggembirakan. Kekhawatiran terjadinya klaster sekolah akibat belajar tatap muka, tidak terbukti dan tidak terjadi di Kabupaten Subang

"Alhamdulillah selama kegiatan PTM tidak menimbulkan efek negatif, karena berdasrakan hasil kajian, alhamdulillah aman aman saja," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang Tatang Komara.

Hasil evaluasi ini, membuat Tatang yakin dan optimistis, Pelaksanaan TPM tidak memicu terjadinya penyebaran virus corona. Sebaliknya, TPM akan memacu kegiatan belajar lebih efektif setelah tahunan digelar dengan daring atau virtual

"Saya meyakini dengan kehadiran TPM tidak harus membuat skenario yang amat berat yang menimbulkan efek negatif. Tentu saja, dengan TPM 100% akan membuat menunjukan tingkat efektiviats belajar anak-anak, Kita sudah sangat yakin. Lost learning sudah terjadi di kita, karena pandemi covid ini" kata Tatang

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Berkarakter Optimis, 3 Zodiak Ini Paling Berfikir Positif https://t.co/QSYpROsNFH
Pengamat: DPRD Harus Ikut Tanggung Jawab Soal Realisasi APBD Perubahan https://t.co/kY46uuncET
Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Subang pada Kamis 21 Oktober https://t.co/9FXv5hpNdG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter