FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Rektor IPB: Petani Milenial Penting untuk Atasi Krisis Regenerasi Petani

Indeks Artikel



Sekelompok anak muda saat berkunjung ke Hydroponic Farm Jabung, Subang

 

BANDUNG, TINTAHIJAU.COM – Institut Pertanian Bogor (IPB) siap berkolaborasi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat untuk menyukseskan program Petani Milenial Juara.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan program Petani milenial yang digulirkan Gubernur Jabar memiliki peran penting, khususnya untuk meregenerasi petani yang belakang ini kondisinya sudah mengkhawatirkan

"Sangat bisa (bersinergi). Karena ini adalah program gubernur yang sangat penting untuk atasi krisis regenerasi petani. Namun Jangan hanya berfokus di Bandung saja, tapi juga Bogor dan daerah lain.  IPB sendiri juga sudah jalan melalui kerja sama dengan para alumninya melalui Program SABISA Farm," ujar Rektor IPB Arif Satria melalui sambungan telepon, Rabu (2/6/2021).



BERITA LAINNYA:
Delapan Daerah ini Jadi 'Tuan Rumah' Program Petani Milenial
428 Petani Milenial Garap Komoditas Tanaman Hias dan Ubi Jalar
Bupati Subang: Program Yess Akan Lahirkan Petani Milenial Berkualitas

Dia bercerita sebetulnya pembentukan petani milenial sudah bergulir di IPB sejak 2013 melalui program Sabisa Farm. Program pembelajaran ini dibuka untuk mahasiswa semester 5 dan 7. Angkatan pertama telah menciptakan banyak wirausahawan sarjana.

IPB telah banyak menyediakan puluhan hektare lahan untuk petani milenial Sabisa Farm yang berlokasi di daerah Sindang Barang dan Sukamantri, Bogor. Lahan tersebut cocok untuk ditanam sayuran, buah-buahan hingga tanaman hias.

Lahan tersebut, menurut Rektor, dapat dimanfaatkan bersama misalnya untuk pelatihan, magang, bahkan penelitian para peserta program Petani Milenial Juara dari Pemda Prov Jabar.

"Pemprov Jabar bisa menggandeng IPB dan kampus lainnya untuk program petani milenial, dari mulai pelatihan,mentoring, pemodalan,  hingga menciptakan pasar," tegasnya.

Soal kehandalan, Arif percaya Sabisa Farm dapat mendukung secara signifikan program Petani Milenial Juara. Dari 100 mahasiswa yang daftar setiap tahunnya, rata – rata 50 persen peserta tetap bertahan dan sudah naik level dari petani senior yang profesional.   



"Dengan mentoring para alumni, bantuan modal alumni atau orang tua,  mahasiswa  berhasil menjadi petani mandiri hanya dalam satu tahun. Selanjutnya Alumni SABISA Farm tersebut menjadi mentor calon petani milenial tahun berikutnya," jelasnya.



BERITA LAINNYA:
Delapan Petani Milenial Dikirim ke Sukabumi untuk Magang Ternak Puyuh
Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Petani Ikan Milenial
Wacana Impor Beras, Bupati Majalengka: Kita Manfaatkan Beras Petani


Rektor memberi masukan sumber pemodalan bisa bervariasi, dari modal perbankan hingga investor melalui pola bagi hasil. Juga bisa melalui hibah kompetitif yang disediakan  Pemda Provinsi Jabar. Jadi menurutnya, alternatifnya modal diberikan langsung Pemda Prov Jabar melalui APBD atau menggunakan sistem bagi hasil dengan pemodal (investor).

"(Di) Kami (Sabisa Farm), alumni membantu memberikan modal pada mahasiswa dengan sistem bagi hasil. Mereka ternyata tidak mau dibebani dengan cicilan dari pinjaman bank," tuturnya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jadwal Sholat Fardhu untuk Wilayah Majalengka Pada 16 Oktober 2021 https://t.co/Esm4g4nNTx
Begini Cara Mengatasi Gatal Yang Dialami Bumil Dari Sang Ahli https://t.co/FpFoyp6MIw
Usai Divaksin, Lansia di Pantura Subang Sumringah Dapat Sembako https://t.co/RrkB7cDMFi
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter