FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kunjungi Subang, Politisi PPP Ratieh Sang Bangga MTs 100% Ikuti UNBK

SUBANG, TINTAHIJAU.com  - Anggota Komisi X DPR RI Ratieh Sanggarwaty berharap dalam lima tahun ke depan peserta pengikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah mencapai 100 persen. Jika melihat proses penyelenggaraan dan semangat dari setiap sekolah tahun ini, terutama di daerah, ia menilai target tersebut sangat mungkin digapai.

Hal ini ia sampaikan ketika mengikuti pertemuan dengan perwakilan sekolah se-Kabupaten Subang, serta meninjau persiapan UNBK di SMPN 3 Subang. Ia menyebut bahwa ia cukup terkejut karena banyak sekolah di Subang yang sudah siap 100 persen melaksanakan UNBK.

“Saya berbahagia karena seluruh pihak juga sudah siap mendukung sekolah di Subang untuk melaksanakan UNBK. Bahkan ada Madrasah Tsanawiyah (MTs) sudah 100 persen siap, walaupun ada juga yang belum siap. Memang ujian seperti ini dibutuhkan tahapan, karena kemampuan, jarak, dan lainnya. Maka harapan kami ini bisa berangsur-angsur 100 persen,” dorong Ratieh.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengaku senang mendengar paparan persiapan UNBK dari masing-masing sekolah di Kabupaten Subang. Termasuk dari sarana dan prasarana penunjang seperti jaringan internet dan juga listrik yang dijanjikan untuk selalu siap siaga penuh selama ujian nasional berlangsung nanti.

“Dari Telkom, sudah siap siaga penuh. Saya rasa juga PLN pasti siap siaga. Karena satu komando dari atas, bahwa ketika UNBK dilakukan, maka semua harus bersiap untuk mensukseskan. PLN termasuk salah satunya pasti,” tutur politisi dapil Jawa Barat IX ini.

Maka dari itu, Ratieh berharap tidak terjadi gangguan yang serius selama berlangsungnya ujian nasional. Ia juga berharap tidak ada pengamanan yang sangat ketat, karena dapat memberi tekanan kepada anak didik. Ia berujar Komisi X DPR RI akan memantau penuh pelaksanaan UNBK tahun ini untuk dijadikan acuan kesiapan 100 persen Indonesia melaksanakan ujian nasional menggunakan komputer sebagai perangkat.

 
“Kami bekerjasama dengan Kemendikbud, sebenarnya kami tidak ingin sampai pressure. Karena sudah kita wanti-wanti. Ujiannya sebenarnya biasa saja, tidak usah menggunakan pengamanan yang luar biasa karena itu akan membuat stres dan lain-lain, sehingga kalau kita menargetkan barangkali mungkin 5 tahun ke depan Insha Allah sudah 100 persen,” tukas Ratieh. (er/sf)


Twitter Update

Bawaslu Jabar Beri Santunan untuk Keluarga Pengawas TPS yang Meninggal https://t.co/qlTiXGffjj
Suara Prabowo di TPS Depok 148 Ditulis di Web Cuma 3 Suara https://t.co/DLNlMoyLvE
Jelang Ramadan Harga Cabai Merah di Pabuaran Subang Semakin 'Pedas' https://t.co/myZRZFxRi3
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page