FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tiga Mahasiswa Asal Filipina, 4 Minggu Mengajar di Majalengka

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Tiga mahasiswa asal Filipina  yang mendapat kesempatan mengajar di sekolah tingkat SMA di Majalengka mengaku sangat bangga. Selain pertama kali datang ke Indonesia, mereka juga merasa Majalengka seperti di tempatnya sendiri karena keramahan dan kebaikan semua orang yang mereka temui.

Ditemui TINTAHIJAU.com, M.Luz Dolores M. Suratos (29), Zairene Joy B. Lucas (20) dan Jhon RustyT.Perefia (20) yang ketiganya adalah mahasiswa asal dari kampus yang sama yaitu Nueva Ecija University of Science and Technology-Filipina dan sudah sejak tanggal 7 Januari 2019 berada di Majalengka.

Secara fisik, ketiganya seperti orang Indonesia baik wajah, warna kulit maupun perawakannya. Bedanyanya bahasa nasional mereka adalah bahasa Inggris, tak heran bahasa Inggris yang mereka pakai cukup lancar dalam berkomunikasi.

"Saya merasa sangat bahagia dan suprise banget bisa terpilih dalam pertukaran mahasiswa ini. Karena ini yang pertama bagi saya dan saya sangat terharu karena semua orang di Majalengka ini sangat baik," ujar Ma.Luz dalam bahasa Inggris yang langsung ditranslate Dosen Pembimbing Rahma Ilyas, M.Hum.



Senada dengan Ma.Luz, Zairine juga merngaku senang walaupun awalnya sempat khawatir karena perbedaan kultur Filipina dan Indonesia. namun semuanya terpatahkan saat semua orang yang ia temui sangat ramah dan selalu membantu jika ada sesuatu yang ia tidak faham. "Awalnya sempat ragu dan khawatir, namun setelah disini semua kekhawatiran itu hilang dan saya merasa sangat nyaman," ungkapnya.

Sementara itu Rusty, satu-satunya mahasiswa laki-laki dalam pertukaran mahasiswa ini mengaku tidak asing dengan keramahan warga negara.Indonesia.

"Saya pernah bertemu warga Indonesia di Filipina dalam kompetisi sains dan mereka sangat baik dan ramah. Ternyata setelah disini memang benar semua yang saya temui sangat baik," paparnya.

Dikarenakan ketiganya mendapat kesempatan mengajar di SMA Negeri 1 Majalengka untuk Mata Pelajara Fisika dan Bahasa Inggris, Baik Ma
Luz, Zairine maupun Rusty  mengaku tidak menghadapi kesulitan. "Mereka pintar-pintar, bahasa Inggris mereka juga lancar, sehingga tidak ada kendala saat mengajar," kata Zairine.

Saat ditanya tentang harapannya jika nanti kembali ke Filipina, ketiganya mengaku akan membagikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapat selama di Indonesia khususnya di Majalengka. Kerjasama tersebut menurut mereka diharapkan terus berlanjut dan berkesinambungan.

Sementara itu Wakil Koordinator Seameo Universitas Majalengka Dr. Yoyo Zakaria Ansori memaparkan, ketiga mahasiswa asal Filipina ini sangat mandiri, hanya dalam 1hari saja pengenalan lingkungan mereka sudah bisa beradaftasi.

"Dalam minggu pertama, sengaja kita perkenalkan lingkungan terdekat sekitar tempat  mereka tinggal. Ke pasar tradisional, mini market, mall, apotek, gereja dan juga angkutan umum. Alhamdulillah dalam sehari saja mereka langsung mandiri," pungkas Yoyo.

Selain pengenalan lingkungan, guna menghilangkan rindu kampung halaman, merekapun diajak mengunjungi sanggar seni sunda, JAF, dan Paralayang. Merekapun sedikit demi sedikit mengerti bahasa Indonesia bahkan tak segan mengungkapkan juga dalam bahasa Sunda.

"Mereka juga kami beri mahasiswa pendamping khususnya yang sedang PPL  prodi Bahasa Inggris, sehingga mereka bisa saling bertukar pengetahun bahkan karena seusia mereka bisa melakukan aktifitas lain di luar mengajar seperti renang dan jalan-jalan di dalam kota Majalengka bahkan bisa belajar bahasa sunda," terang Rahma. (echa rahmania)


Banner Kanan 1

Twitter Update

HUT Bhayangkara, Dokpol Cantik ini Layani Cek Kesehatan Ratusan Warga https://t.co/teu3opNQqJ
Polisi Tilang 75 Kendaraan Saat Razia Motor Bodong di Pabuaran Subang https://t.co/Xpz9MvmnXf
Minim Pendaftar, Festival 'Kaulinan Urang Lembur' HUT Majalengka Batal Digelar https://t.co/iA5WNeu2uN
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page