FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

UNMA Go Internasional, Dari Pertukaran Mahasiswa Hingga Rektor Didaulat Sebagai Pembicara di Malaysia

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Universitas Majalengka menjalin kerjasama dengan 3 Perguruan Tinggi Filipina dalam bemtuk pertukaran mahasiswa yang berlangsung sejak 7 Januari hingga 15 Februari 2019.

Kerjasama tersebut dilakukan sebagai konsekuensi logis Universitas Majalengka masuk sebagai anggota The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Dalam program tersebut UNMA  Bekerjasama dengan Universidad de Sta.Isabel, University of Santo Thomas, dan St. Paul University Surigao dan mengirimkan 5 orang mahasiswa yaitu Bimo Jatikusumo, Teguh Ramdhani, Rio Satrio; Sandy Kurniawan dan Neti  Neni Fithani sementara UNMA kedatangan 5 mahasiswa  Filipina yaitu 3 Mahasiswa dari Nueva  Unersitiy of  Science and Technology (NEUST) dan 2 mahasiswa dari Cavite State Unersity (CvSU).

Koordinator SEAMEO  Universitas Majalengka Dr. Rahayu Kusumadewi, mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka mempromosikan kerjasama dibidang pendidikan dan kebudayaan dikancah Asean.

"Program ini sekaligus pula sebagai penjabaran visi UNMA untuk menjadi pusat keunggulan akademik di Jawa Barat tahun 2026. Yang didukung sistem tata kelola universitas yang baik untuk terwujudnya universitas yang sehat, dan terkenuka pada tarap nasional," katanya Rabu (23/1/2019)
 
Rektor Universitas Majalengka Prof. H. Sutarman mengatakan sangat menyambut baik pertukaran mahasiswa, bahkan UNMA dan yayasan juga mendorong mahasiswa yang ikut program pertukaran mahasiswa ke Filipina dengan memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan selama 1 bulan di Filipina.

"Semoga kelima mahasiswa ini akan jadi pioneer untuk melakukan pengabdian di luar negeri yang tentu sangat banyak tantangannya, seperti tantangan meyakinkan keilmuan, bahasa, sehingga bagi mereka akan memiliki nilai lebih dibandingkan saat mereka PPL di dalam negeri," terangnya.

Rektor juga merasa bangga karena kelima mahasiswanya dinilai cukup berani dan layak untuk mengikuti pertukaran mahasiswa ke Filipina dalam program milik The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). "Saya ingin UNMA visinya Nasional dan kegiatan-kegiatannya skala Internasional dan saat ini UNMA telah membuktikannya," ungkapnya.

Diluar tentang program pertukaran mahasiswa, kabar UNMA yang Go Internasional juga datang dari Rektor Universitas Majalengka yang akan menjadi pembicara di Malaysia (di Negeri 9) yakni di sebuah Perguruan Tinggi Negeri Nilai Politeknik dengan bahasan materi tentang Logistik (30/1/2019). Selain itu juga akan melakukan Mou dengan University Pendidikan Sultan Idris (UPSI)-Perak pada (1/2/2019).

Dengan kondisi ini sambung Rektor, maka UNMA sudah dikatakan mancanegara, dan harapan UNMA untuk menjadi Perguruan Tinggi terkemuka di kancah Nasional perlahan namun pasti kini sedang dalam proses.

"Selain itu masih dalam rangka menginternasionalisasi UNMA. Pada Bulan Maret mendatang akan hadir 10 mahasiswa dari Uzbekistan dan mereka akan melaksanakan studi di Universitas Majalengka sesuai dengan program studinya masing-masing," pungkasnya. (Echa)

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


Twitter Update

Komputer Dicuri, SMPN 2 Kadipaten Majalengka Nebeng UNBK di SMK https://t.co/IHUb4E2L3i
27 Anggota Mangkir, DPRD Subang Gagal Tetapkan 2 Raperda https://t.co/hWjQ4HI1Wx
Minim Komputer, UNBK Murid SMPN di Subang Digelar 3 Shift dalam Sehari https://t.co/li9wda1inr
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page