FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jadwal Muktamar NU ke-34 Belum Ada Titik Temu, Pelaksanaan Ditunda

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kabar terbaru jadwal Muktamar ke-34 NU datang dari Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Namun kabar Muktamar NU bakal dipercepat tersebut belum sepenuhnya mencapai titik temu.

Sekjen PBNU Sebut Muktamar Ditunda

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, awalnya menyebut Muktamar NU bakal ditunda. Rencana penerapan PPKM level 3 se-Indonesia oleh pemerintah menjadi alasan utamanya.

"Maka, dalam konteks itu, PBNU nanti akan memutuskan jadwalnya kapan, meskipun sudah banyak aspirasi yang menyampaikan aspirasi bahwa hendaknya diundur bertepatan dengan hari baik, yaitu tanggal 31 Januari 2022, di mana bertepatan dengan harlah NU," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini saat dihubungi, Kamis (18/11/2021).

Namun Helmy belum bisa menyampaikan tanggal pasti Muktamar NU akan digelar. Menurut dia, hal itu akan diputuskan oleh pengurus PBNU.

"Waktu tepatnya kapan, nanti akan diputuskan oleh Ketua Umum dan Sekjen PBNU, Rais Aam dan Katib Aa," ujar Helmy.

BACA JUGA:
Maman Imanulhaq: Tak Perlu Dibubarkan, MUI Cukup Diaudit dan Dibenahi

Keputusan penundaan ini, kata Helmy, sejalan dengan hasil Munas dan Konbes NU beberapa waktu lalu. Jika ada keadaan mendesak, keputusan selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

"Jadi PBNU sesuai dengan hasil Munas-Konbes yang lalu bahwa terkait dengan jadwal yang sudah ditetapkan tanggal 25 Desember 2021 akan mengikuti protokol dan mendapatkan persetujuan atau izin dari Satgas pemerintah. Itu keputusannya dan dalam hal terjadi situasi yang tidak dimungkinkan, maka Konbes NU menyerahkan sepenuhnya kepada PBNU," ujar Helmy.

"Maka, dalam hal itu, kami PBNU dengan ini menyatakan tentu taat pada keputusan pemerintah. Jadi PBNU juga tidak ingin memaksakan diri menjadi contoh yang tidak baik dalam penegakan protokol kesehatan, terutama kita mewaspadai gelombang ketiga," sambung dia.

Tanggapan Yahya Staquf

Pernyataan Sekjen PBNU itu kemudian ditanggapi oleh Katib Aam PBNU yang juga kandidat Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Pada prinsipnya, dia mengatakan siap menghormati keputusan pemerintah soal penanganan COVID-19.

"NU pasti akan menyesuaikan diri dengan penetapan Pemerintah," kata Yahya Staquf kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Yahya Staquf mengaku tak masalah dengan penentuan teknis muktamar. Dia masih menunggu arahan dari Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar.

"Mengenai jadwal Muktamar, bisa maju atau mundur, atau jadwal tetap dengan menyesuaikan model pelaksanaannya, yaitu dengan cara hibrid. Itu hanya soal teknis. Tidak ada sama sekali masalah yang mengganggu. Kami menunggu arahan Rais Aam untuk dibuat keputusan bersama PBNU," ujar Yahya Staquf.

9 Kiai Sepuh Minta Muktamar Diundur

Sebanyak 9 kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah mengadakan pertemuan di Jakarta. Mereka membuat beberapa keputusan, khususnya meminta Muktamar ke-34 PBNU diundur hingga Januari 2022.

Dari dokumen yang diterima detikcom, Rabu (24/11/2021), 9 kiai sepuh atau masyayikh yang menandatangani kesepakatan musyawarah ini antara lain KH Anwar Mansyur dari Jawa Timur, KH Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tuanku Bagindo H Muhammad Letter dari Sumatera Barat, dan KH Manarul Hidayat dari Jakarta.

Kemudian, Dr. KH Abun Bunyamin dari Jawa Barat, KH Ahmad Haris Shodaqoh dari Jawa Tengah, KH Abdul Kadir Makarim dari NTT, KH Muhsin Abdillah dari Lampung, dan Dr KH Farid Wajdy dari Kalimantan Timur.



BACA JUGA:
MUI Sebut Uang Kripto Bisa Jadi Halal Jika Memenuhi Syarat Ini

Ada lima poin kesimpulan hasil pertemuan, salah satunya mengundurkan jadwal muktamar. Berikut poin-poin yang disepakati, yaitu:

1) Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama dapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan.

2) Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama disertai suasana teduh, aman, damai, dan harmonis.

3) Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama dilaksanakan dengan persiapan yang maksimal dan optimal. Karena itu, idealnya muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama dilaksanakan pada akhir Januari 2022 bertepatan dengan Harlah NU ke-96.

4) Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama berkualitas dan bermartabat dalam rangka menyongsong satu Abad Nahdlatul Ulama.

5) Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama menghasilkan keputusan dalam rangka membangun kemandirian bangsa dan perdamaian dunia.

Baca selanjutnya di halaman berikutnya...



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Dua Nama Kandidat yag Disebut-sebut Bakal Jadi Pelatih Persib, Siapa Saja Mereka? https://t.co/I5SVsqJivY
Viral, 6 Desa di Sumedang Dijarah Ribuan Monyet Liar https://t.co/g47SPnZfSg
Kemkominfo Turun Tangan, Pelaku Penjual Foto Selfie KTP di Platform NFT Akan Ditindak Tegas https://t.co/5cr3UUQkEO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter