FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Lestarikan Makanan Tradisional Lewat Festival Apem Bantarwaru Majalengka

LIGUNG, TINTAHIJAU.com - Di tengah berondongan era tekhnologi, sekelompok pemuda Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Majalengka terus berikhtiar menjaga panganan tradisi.

Makanan berbentuk seperti kue bolu ini biasanya dinikmati dengan mencocolkan apem ke gula merah cair yang bernama kinca. Kue Apem yang hadir di momen tertentu ini, bakal lebih nikmat apabila disandingkan dengan segelas kopi pahit hangat.

Masyarakat di wilayah Ciayumajakuning atau Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan masih melestarikan kue Apem khususnya dalam satu bulan Safar, bulan dalam kalender Islam.

BACA JUGA: Nikmatnya Apem Kinca Khas Majalengka, Manisnya Bikin Meleleh

Di Majalengka, sejumlah pemuda di bawah bendera Karang Taruna Tunas Bangsa Bantarwaru menggelar Festival Apem di Blok Kemis, Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung.

"Membuat Apem sudah jadi tradisi di kalangan masyarakat setiap bulan Safar. Festival ini sebagai pemantik kepada generasi muda, untuk lebih mengenal lagi apa dan bagaimana Apem," kata Ketua Panitia Inin Nastain.

Dalam festival ini, melibatkan banyak anak muda, terlebih dari kaum perempuan. Mereka terlibat aktif dalam pembuatan Apem dari proses membuat adonan sampai membagikan kepada warga.

Keterlibatan anak muda di era modern ini, sebagai pembelajaran sekaligus pengikat terhadap panganan tradisional tersebut. Anak muda, tidak hanya sebagai penikmat, tapi bisa melakukan atau membuat Apem.

"Dengan segala potensi yang dimiliki, mudaha-mudahan generasi muda tidak hanya berhenti kepada menikmati Apem saja, tapi juga bisa memahami tentag nilai-nilai dalam Apem," paparnya

Ketua Karang Taruna Tunas Bangsa Bantarwaru Saefullah menambahkan, dalam Festival Apem ini, selain diisi dengan pembuatan dan pembagian Apem ke warga, juga diisi dengan sejumlah penampilan dan pertunjukan

Saefullah merinci, dalam festival Apem perdana ini dipertunjukan penampilan musik (hujan keruh), tari topeng (Lovie), tari jaipong (mayang cinde) puisi (daun aksara), menggambar bersama Sekola Gambar Saitor (SGS)

"Ini menjadi awal Festival Apem, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi dan menghadirkan banyak orang," jelasnya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Fakta atau Mitos: Vagina Bisa Longgar Karena Kebanyakan Berhubungan Seks https://t.co/SSQ5KdIWPn
Indramayu Kini Miliki Laboratorium Untuk Uji Swab Sendiri https://t.co/b4LNu69r8x
Polres Majalengka Ungkap Kasus Pencurian Kendaraan Roda Empat https://t.co/HTphRRrJNX
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter